MBG Bermasalah Lagi, Siswa di Batang-Batang Nyaris Terima Ayam Busuk

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SEKOLAH: MBG ditolak siswa di Batang-Batang diduga ayamnya basi dan bau (Doc. Seputar Jatim)

SEKOLAH: MBG ditolak siswa di Batang-Batang diduga ayamnya basi dan bau (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

SPPG Batang-batang Daya yang dikelola Yayasan Bakti Bunda Berjaya, Dusun Taroman, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-batang, diduga mendistribusikan makanan tidak layak konsumsi berupa ayam yang telah membusuk dan berlendir.

Temuan tersebut langsung memicu penolakan dari pihak sekolah. Ironisnya, dari ratusan paket MBG yang didistribusikan ke lembaga tersebut, hanya lima ompreng yang dinilai masih layak konsumsi, sementara sisanya dalam kondisi bermasalah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menu MBG yang seharusnya menjadi sumber pemenuhan gizi justru dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Ketua Yayasan Taklimus Shibyan, Irsyad Taklmus Shibyan, menegaskan bahwa kejadian ini bukan yang pertama, melainkan telah berulang.

Ia menyebut, dari ratusan paket MBG yang didistribusikan, ditemukan sejumlah menu bermasalah.

“Ini daging ayam yang bau itu sudah dua kali, dulu dan tadi. Yang tadi bukan hanya bau, akan tetapi sudah berbau busuk,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menggambarkan kondisi makanan yang diterima sangat memprihatinkan. Tidak hanya ayam, buah yang disertakan pun dilaporkan dalam kondisi tidak layak.

“Bukan hanya bau, tapi sudah busuk dan berlendir. Saat ayam geprek dibuka, bagian dalamnya sudah rusak dan keluar lendir. Yang pasti ayamnya sudah lama, kemungkinan sisa dari sebelumnya. Bahkan buah salaknya juga ada yang busuk,” tegasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah langsung memanggil kepala dapur SPPG untuk memastikan kondisi makanan secara langsung.

“Kepala dapurnya ditelepon, datang ke sekolah disuruh cium sendiri. Setelah itu langsung kami tolak secara keseluruhan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disuspend BGN, SPPG Lenteng Timur 3 Nekat Distribusikan MBG Busuk Lalu Blokir Nomor Wartawan

Pihak SPPG kemudian menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mengganti menu dengan makanan kering. Namun, respons tersebut dinilai tidak sebanding dengan pelanggaran yang telah terjadi berulang.

“Sudah dua kali terjadi, jangan sampai ada yang ketiga kalinya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MI Ar Rasyad Kolpo, M. Saleh, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan siswa.

“Kalau ini sampai dimakan anak-anak, risikonya besar. Ini tidak bisa dianggap sepele,” katanya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dalam distribusi makanan program MBG.

“Kalau makanan busuk masih bisa lolos distribusi, maka yang perlu dipertanyakan adalah sistem pengawasan secara keseluruhan,” tegasnya.

Distribusi makanan berbau, berlendir, dan diduga busuk tersebut jelas bertentangan dengan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis MBG Tahun Anggaran 2026.

Dalam juknis tersebut ditegaskan bahwa setiap SPPG wajib menjamin mutu dan keamanan pangan, menghindari makanan dari cemaran biologis yang membahayakan kesehatan, serta menyajikan makanan yang aman, layak konsumsi, dan sesuai standar gizi.

Dengan kondisi makanan seperti yang ditemukan, SPPG Batang-batang Daya diduga telah melanggar prinsip dasar keamanan pangan yang menjadi fondasi utama program MBG.

Baca Juga :  Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Tak hanya itu, juknis juga mengatur sanksi tegas bagi pelanggaran tersebut. SPPG yang tidak memenuhi standar dapat dikenai penghentian sementara (suspensi), evaluasi menyeluruh operasional, hingga penghentian permanen apabila terbukti membahayakan penerima manfaat.

Pelanggaran yang terjadi berulang semakin memperkuat urgensi dilakukan evaluasi serius terhadap kelayakan operasional SPPG tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa lemahnya pengawasan dapat berujung pada risiko nyata bagi kesehatan siswa. Makanan yang telah membusuk berpotensi menyebabkan keracunan hingga gangguan kesehatan lainnya.

Program MBG yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi justru berisiko berubah menjadi ancaman jika standar tidak ditegakkan secara konsisten.

Permintaan maaf dan penggantian menu tidak cukup untuk menutup pelanggaran yang telah terjadi berulang. Dibutuhkan tindakan tegas, pengawasan ketat, serta komitmen penuh terhadap standar keamanan pangan.

Jika makanan busuk masih bisa didistribusikan ke siswa, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya dapurnya melainkan juga sistem pengawasannya secara keseluruhan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru