Tepat di Moment HGN 2022, Orang Tua Siswa di Sumenep Lapor Polisi, Ini Penyebabnya

SUMENEP, seputarjatim.com–Tak terima dengan tindakan kepala sekolah tempat anaknya menimba ilmu,orang tua dari siswa yang diduga ditampar oleh kepala sekolahnya akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Sabtu (26-11-2022).

Hal tersebut dibuktikan dengan terbitnya Laporan Polisi Nomor LP/B/300/XII/2022/SPKT/POLRES SUMENEP tentang dugaan tindak Pidana penganiayaan terhadap anak.

Keterangan salah satu korban, inisial R mengatakan, Kejadian tersebut bermula saat dirinya dan F sedang bermain lompat tali menggunakan karet gelang datang menghampiri Wiwik, dan memarahinya kenapa mereka tidak memungut sampah.

Setelah Wiwik memarahi R dan F, tiba-tiba kepala sekolah SDN Kebunan II Sumenep tersebut langsung menampar menggunakan tangan kiri mengenai pipi kanan R. Wiwik juga menampar F menggunakan tangan kiri mengenai pipi kanan F.

Moh. Rafik yang dikabarkan istrinya mengenai peristiwa itu lantas memutuskan melakukan pelaporan ke Polres Sumenep, setelah sebelumnya mengkonfirmasi R, putranya yang jadi korban penamparan Wiwik.

Baca Juga :  Kasus Pengadaan Kapal Oleh PT. Sumekar, Benarkah Tersangkanya Hanya 2 Orang

Diberitakan sebelumnya, Dikutip dari SuaraMadura.id peristiwa itu terungkap setelah salah satu keluarga dari siswa memberitahukan dan menceritakan bahwa keponakannya yang bersekolah di SDN Kebunan II Sumenep, telah ditampar oleh kepala sekolahnya.

“Barusan adik saya memberi kabar kalau anaknya ditampar sama kepala sekolah SDN Kebunan II Sumenep,” terang BJ, inisial dari paman siswa tersebut. Jumat (25/11).

Menurut BJ, Orang tua dari siswa SDN Kebunan II Sumenep akan memperkarakan permasalahan tersebut ke ranah hukum dengan melapor ke Polres.

Pengajar di SDN Kebunan II Sumenep yang meminta tidak disebut namanya, membenarkan dan menceritakan kronologi kejadian saat dikonfirmasi.

“Tadi pagi sebelum mulai pelajaran memang biasa anak-anak bersih-bersih sampah. Tapi ada beberapa anak yang sambil bermain,” jelasnya lewat sambungan telepon.

Baca Juga :  Kasus Beras Oplosan: Pemilik Gudang Akhirnya Menjadi Tersangka

Kemudian, ia melanjutkan sambil mewanti-wanti agar tak disebut namanya. “Dari beberapa siswa yang bermain itu, hanya 2 orang yang ditampar oleh kepala sekolah,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan nomor kontak kepala sekolah SDN Kebunan II Sumenep, upaya konfirmasi pun dilakukan kepada yang bersangkutan.

“Kapan ya, saya nda kok. Kapan itu ya, saya  nda pernah menampar ya,” sergah Wiwik, kepala sekolah SDN Kebunan II Sumenep yang mempersilahkan pelaporan kepada dirinya.

Tak berselang lama, Wiwik mengirim pesan pribadi ke nomor redaksi SuaraMadura.id yang isinya akan menuntut media. “Tadi anda mengancam saya,” tudingnya.

Redaksi lantas menerangkan jika setiap proses konfirmasi yang dilakukan terdokumentasi dengan baik, dan menunggu tuntutan Wiwik dengan senang hati.(Bam)

Komentar