Home / Tak Berkategori

Terkesan Bertele-Tele, Pelayanan Polsek Sapeken Dikeluhkan Keluarga Korban Dugaan Penganiyaan

- Redaksi

Jumat, 10 September 2021 - 22:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto:keluarga korban dugaan penganiayaan bersama saksi saat berada di polsek Sapeken. (istimewa)

Foto:keluarga korban dugaan penganiayaan bersama saksi saat berada di polsek Sapeken. (istimewa)

Sumenep,Seputarjatim.com,-Pemeriksaan terhadap korban dan saksi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kades Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Madura, terhadap anak dibawah umur waktu pemeriksaannya terkesan diundur- undur oleh pihak Polsek Sapeken, sehingga pihak keluarga merasa kecewa atas hal tersebut.

Noval akbar (korban) penganiayaan saat dihubungi media ini menceritakan bahwa, pada hari Jum’at sekira Pukul 13.00 Wib dirinya bersama saksi mendatangi polsek sapeken guna menindak lanjuti pelaporan pada hari Rabu, tanggal 7 September 2021, untuk menjalani pemeriksaan, tetapi setelah lama menunggu ternyata waktu pemeriksaan malah ditunda oleh pihak Polsek Sapeken.

“Saya dan saksi datang ke Polsek Sapeken memenuhi permintaan Pihak Polsek bahwa akan segera diterbitkan Laporan Polisi (LP) usai pemeriksaan saksi, tapi setelah tiba di Polsek Sapeken, pemeriksaan mereka malah diundur pada hari sabtu, 10 sepetember 2021,” Jelasnya.

Sementara itu, Hamzah keluarga korban yang juga ikut mendampingi merasa kecewa atas kejadian ini dan berharap agar peristiwa dugaan penganiayaan ini segera ada tindak lanjut dari pihak berwajib.

“Harusnya, pelapor (korban) dan saksi pada saat kejadian secepatnya dilakukan pemeriksaan, agar segera terbit LP, tetapi ini kesannya malah diundur-undur dan sampai saat ini saksi belum juga dilakukan pemeriksaan,” terangnya dengan nada kesal . Jum’at, (9/9/2021).

Masih kata hamzah, dirinya sangat menyayangkan atas lambannya pelayanan pihak Polsek Sapeken, Mestinya sebagai penegak hukum harus responsif terhadap pengaduan masyarakat, apalagi kasus ini sudah jelas ada korban dan saksi serta bukti visum korban penganiayaan.

” Sangat disayangkan jika ada penegak hukum bertele-tele dalam pelayanan yang seharusnya responsif, karena hal itu menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum yaitu marwah kepolisan,”Ujarnya.

Baca Juga :  Legiono Semakin Berkibar

Dirinya merasa heran atas ditundanya pemeriksaan terhadap saksi, padahal untuk datang ke polsek Sapeken membutuhkan waktu yang agak lama mengingat harus menyebrang menggunakan perahu untuk bisa sampai di polsek Sapeken.

“Kemarin minta didatangkan saksi untuk diterbitkaan laporan Polisi (LP), tapi saat didatangkan saksi waktu pemeriksaan malah ditunda, ada apa ya..?, “Tanyanya keheranan.

Sementara itu, anggota Polsek Sapeken berinisial HR saat dikonfirmasi enggan untuk menjelaskan terkait ditundanya pemeriksaan terhadap saksi korban dugaan penganiayaan terhadap Noval akbar yang diduga pelakunya adalah kepala Desa sepanjang, dirinya menyarankan untuk menghubungi pimpinannya.

“Mohon maaf langsung aja ke pimpinan kapolsek, tapi beliau masih ada kegiatan di Pulau saebus,”Balasnya via Whatsaap pada media ini. Jum’at, (9/9/2021). (Bambang)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting
Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar
Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep
Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Ikuti Survei Akreditasi KARS, Targetkan Standar Pelayanan Kesehatan Nasional
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Lia Istifhama Desak Polisi Segera Tutup Permanen Tambang Pasir Ilegal di Blitar
Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:29 WIB

Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:15 WIB

Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:32 WIB

Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Ikuti Survei Akreditasi KARS, Targetkan Standar Pelayanan Kesehatan Nasional

Berita Terbaru