Sekolah Rakyat Segera Luncur, Sekda Sumenep: Ini Tentang Martabat Manusia dan Hak untuk Belajar

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 19:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

SANTAI: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi  saat menyampaikan tentang Program Sekolah Rakyat (SandiGT - Seputar Jatim)

SANTAI: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi saat menyampaikan tentang Program Sekolah Rakyat (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memutuskan tidak menunggu keadaan ideal untuk merealisasikan Program Sekolah Rakyat Nasional, meskipun pembangunan fisik sekolah permanen masih dalam proses.

Program ini menjadi tonggak penting, bukan hanya dalam kebijakan pendidikan lokal, tetapi juga dalam menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok-kelompok sosial yang selama ini termarjinalkan dari akses pendidikan formal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasyadi menyampaikan, bahwa Pemkab mengadopsi dua pendekatan sekaligus untuk pemanfaatan gedung yang sudah ada dan pembangunan gedung baru secara bertahap.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati meminta agar program ini tidak berhenti di konsep. Maka kami ajukan SKD Batuan sebagai tempat sementara sebagai bentuk keberanian dan komitmen,” ujarnya. Rabu (2/7/2025).

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda Penting Mulai Kesehatan hingga Lingkungan Pesisir

Gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD), lanjut dia, milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu sebelumnya digunakan untuk pelatihan pegawai.

Namun kini, ia menyampaikan, ruang-ruang di dalamnya sedang disiapkan untuk fungsi baru, ruang belajar dan asrama siswa dari kalangan tak mampu, pekerja anak, dan masyarakat adat yang sulit mengakses sekolah umum.

“Gedung permanen Sekolah Rakyat akan dibangun di Desa Patean, Kecamatan Batuan, di atas lahan seluas 10 hektare yang telah disiapkan,” jelasnya.

Lebih Edy sapaan akrabnya menekankan, bahwa membangun gedung bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Yang kami bangun adalah ekosistem pendidikan yang manusiawi. Bangunannya bisa menyusul, tapi semangat harus lebih dulu hadir,” tegasnya.

Menurutnya, bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi sementara dan menyetujui penggunaannya.

Bahkan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah memberi sinyal dukungan.

“Semua pihak, baik Kemensos maupun Kemendagri, menyambut baik semangat kami. Ini bukan hanya soal teknis, tapi bentuk kesadaran bersama akan urgensi pendidikan untuk semua,” bebernya.

Sekolah Rakyat di Sumenep bukan hanya proyek infrastruktur atau program formal belaka. Di baliknya, terdapat visi sosial progresif tentang membuka ruang pendidikan alternatif yang menyentuh akar rumput.

Targetnya bukan hanya siswa usia sekolah, tetapi juga warga dewasa yang buta huruf, pekerja informal yang tak sempat sekolah, hingga perempuan yang tertahan aksesnya oleh struktur patriarki.

“Langkah Sumenep menginisiasi Sekolah Rakyat bahkan sebelum infrastruktur permanen berdiri, dapat menjadi model kebijakan yang inklusif, progresif, dan adaptif. Ini menunjukkan bahwa daerah pinggiran bukan sekadar menunggu petunjuk pusat, tapi mampu menciptakan inovasi dari bawah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disbudporapar Buka Sayembara Desain Logo Hari Jadi Sumenep ke-757 dengan Tema 'Jaja Rajja'

“Sekolah Rakyat bukan hanya tentang bangku dan papan tulis. Ini tentang martabat manusia dan hak untuk belajar, meskipun mereka lahir di pinggiran. Sumenep ingin jadi pelopor, bukan pengekor.” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik
Empat Kepala OPD Baru Resmi Dilantik, Bupati Sumenep Titip Pesan Penting
Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Jumat, 4 September 2026 - 23:55 WIB

Empat Kepala OPD Baru Resmi Dilantik, Bupati Sumenep Titip Pesan Penting

Kamis, 3 September 2026 - 09:13 WIB

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB