Pemkab Sumenep Kampanyekan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal di HGN Ke 66

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERDIRI: Plt Sekda Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi (depan) bersama Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah (belakang) saat memberikan sambutan di acara HGN ke 66 (SandiGT - Seputar Jatim)

BERDIRI: Plt Sekda Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi (depan) bersama Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah (belakang) saat memberikan sambutan di acara HGN ke 66 (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat melalui peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 atau Tahun 2026, yang dipusatkan di halaman Kantor Pemkab setempat.

Berbeda dari peringatan simbolik tahunan, momentum HGN kali ini dimanfaatkan sebagai ruang kampanye strategis untuk memperkuat pola konsumsi gizi seimbang berbasis pangan lokal.

Pemerintah menilai persoalan gizi tidak cukup diselesaikan melalui program bantuan jangka pendek, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku konsumsi di tingkat rumah tangga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep tersebut mengusung tema ‘Gizi Seimbang dari Pangan Lokal’ dengan penekanan pada kemandirian pangan daerah sebagai fondasi kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Berbagai agenda edukasi gizi, kampanye sosial, hingga ajakan pemanfaatan bahan pangan lokal dilaksanakan untuk menggeser pola pikir masyarakat dalam memilih makanan sehari-hari.

Pemerintah menilai, tanpa perubahan pola konsumsi, persoalan gizi, termasuk stunting dan ketimpangan nutrisi, akan terus berulang.

Baca Juga :  Pemeriksaan Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan selama 2 Jam Lebih

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, menegaskan bahwa HGN harus menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama, bukan sekadar agenda seremonial.

“Masalah gizi tidak bisa diselesaikan dengan program jangka pendek. Yang dibutuhkan adalah perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mengolah, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari pangan lokal,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, Sumenep memiliki potensi pangan lokal yang sangat kaya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga produk olahan tradisional.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber utama pemenuhan gizi keluarga.

“Pangan lokal kita kaya nutrisi, terjangkau, dan sesuai dengan kearifan lokal. Jika dimaksimalkan, ini bisa menjadi kunci pencegahan stunting dan persoalan gizi lainnya,” jelasnya.

Melalui peringatan HGN ke-66 ini, Dinkes P2KB juga mendorong penguatan edukasi gizi sejak dini, terutama di lingkungan keluarga. Menurutnya, dapur rumah tangga memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Hal senada juga disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, yang menyatakan bahwa HGN harus menjadi titik balik kesadaran kolektif, bukan sekadar perayaan simbolik tanpa dampak nyata.

“Hari Gizi Nasional ini bukan sekadar seremoni. Ini pengingat bahwa kesehatan masyarakat dimulai dari dapur, dari apa yang kita tanam, kita olah, dan kita konsumsi setiap hari,” tandasnya.

Syahwan menilai kekayaan pangan lokal Sumenep belum dikelola secara optimal, padahal berpotensi menekan ketergantungan terhadap pangan instan dan produk impor yang minim nilai gizi.

Baca Juga :  Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata

“Jika dikelola dengan benar, pangan lokal bukan hanya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah. Ini soal kesehatan sekaligus kemandirian,” pungkasnya.

Ia menekankan, keberhasilan kampanye gizi seimbang tidak boleh diukur dari banyaknya kegiatan atau sosialisasi semata, melainkan dari perubahan nyata dalam perilaku konsumsi masyarakat.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika hari ini kita abai terhadap kualitas gizi generasi muda. Perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil, dari rumah, dari piring makan,” imbuhnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau
Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata
Sulahuddin Salurkan Air Bersih untuk Warga Moncek Tengah, Respons Cepat Atasi Krisis Air
SPPG Saronggi Tuai Protes, Ayam MBG Diduga Busuk
Satlantas Polres Sumenep Bekali Sopir Ambulans Safety Driving, Dukung Operasi Keselamatan Semeru 2026
SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Dikeluhkan, Yayasan Janji Evaluasi Dapur, Guru Sebut Perbaikan MBG Hanya ‘Saat Viral’
Viral! Limbah MBG SPPG Saronggi Diduga Cemari Lingkungan, Warga Ancam Tutup Saluran Air
Peringati HPN 2026, SMSI Sumenep Hadirkan Kominfo Jatim Dorong Ekosistem Informasi Sehat

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:34 WIB

Tak Layak Konsumsi, Wali Murid di Lebeng Timur Pilih Uang Ketimbang MBG Bau

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:13 WIB

Pemkab Sumenep Kampanyekan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal di HGN Ke 66

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:16 WIB

Aroma Limbah dan Kualitas MBG Diprotes, Pengelola SPPG Saronggi Dinilai Tutup Mata

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:52 WIB

SPPG Saronggi Tuai Protes, Ayam MBG Diduga Busuk

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:22 WIB

Satlantas Polres Sumenep Bekali Sopir Ambulans Safety Driving, Dukung Operasi Keselamatan Semeru 2026

Berita Terbaru