SUMENEP, Seputar Jatim – Bursa lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memasuki fase krusial.
Tiga nama resmi mengerucut dalam hasil assessment Panitia Seleksi (Pansel), yakni Agus Dwi Saputra, Chainur Rasyid (Inung), dan R. Abd. Rahman Riadi
Proses Uji Kompetensi Jabatan (UKJ) disebut telah berjalan fair, transparan, dan akuntabel. Ketiganya kini direkomendasikan kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk dipilih satu sebagai Sekda definitif.
Dengan selesainya tahapan seleksi administrasi dan kompetensi, keputusan akhir kini sepenuhnya berada di tangan bupati melalui hak prerogatifnya. Situasi ini membuat dinamika politik di balik layar diprediksi semakin menguat.
Pakar Komunikasi Politik, Nanik Farida, menilai bahwa setelah tahapan pansel rampung, faktor non-teknis berpotensi memainkan peran penting.
Loyalitas, jejaring politik, relasi kekuasaan, hingga manuver dan lobi-lobi dinilai bisa memengaruhi arah keputusan.
Agus disebut memiliki jejaring dan relasi kekuasaan yang cukup kuat. Namun, isu kedekatan personal dengan kepala daerah disebut-sebut menjadi variabel tersendiri dalam kalkulasi politik.
Sementara itu, Inung yang awalnya dipandang sebagai “kuda hitam” justru dinilai kian menguat.
“Jejaring politik serta loyalitas terhadap pimpinan disebut menjadi modal penting yang dapat menggeser peta persaingan di menit akhir,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Di sisi lain, Rahman yang masuk tiga besar juga tak bisa dipandang sebelah mata. Loyalitas dan relasi kekuasaan yang dimilikinya dinilai cukup solid.
Jika rivalitas dua kandidat teratas berlangsung sengit, bukan tidak mungkin Rahman justru muncul sebagai opsi kompromi.
Kini publik Sumenep menanti keputusan final. Apakah pilihan akan jatuh pada sosok dengan jejaring terkuat, loyalitas tertinggi, atau figur yang mampu menjadi titik temu di tengah pertarungan sengit tiga kandidat? (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









