Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: MBG selama 3 hari yang dibagikan SPPG Pakamban Laok 2 (Doc. Seputar Jatim)

MAKANAN: MBG selama 3 hari yang dibagikan SPPG Pakamban Laok 2 (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menuai keluhan dari guru dan wali murid.

Setelah sebelumnya sempat disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dapur MBG yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi tersebut kembali beroperasi pada Rabu, 11 Maret 2026.

Namun, menu yang dibagikan kepada siswa justru memicu perbincangan dan kritik karena dinilai tidak sesuai dengan harapan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kali ini berupa paket makanan kering yang dirapel untuk konsumsi tiga hari.

Isi paket porsi kecil tersebut di antaranya 1 roti, 1 kue, 4 butir telur puyuh, 1 buah apel, 2 buah pir, serta satu kotak susu.

Kemudian untuk porsi besar berupa 1 roti, 1 kue, 6 butir telur puyuh, 2 buah apel, 1 buah naga, serta satu kotak susu.

Menu tersebut bahkan menjadi sorotan karena dinilai tidak mencerminkan konsep makan bergizi yang seharusnya disajikan secara layak bagi siswa.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL

Seorang wali murid NS mengaku terkejut dengan menu yang diterima anaknya. Bahkan, anaknya harus datang ke sekolah meski sedang libur demi mengambil paket MBG tersebut.

“Ini anak kami dapat MBG tapi sekolah libur, jadi anak kami terpaksa ke sekolah. Nyatanya porsi MBG yang diterima anak kami sungguh di luar dugaan,” katanya, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan bahwa keluhan tersebut bukan bentuk ketidakbersyukuran, melainkan karena menu yang diberikan dianggap jauh dari harga yang ditentukan.

“Bukan kami kurang bersyukur tapi menunya tidak terukur mas. Lebih baik ditutup saja dapurnya kalau sama saja dengan kemarin-kemarinya,” tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang guru berinisial A. Ia mempertanyakan menu yang dibagikan untuk jatah tiga hari, namun dinilai tidak memadai.

“Dan terjadi lagi, roti yang mudah basi dibagikan lagi meski ini produk UMKM tapi gizi di nomor satukan,” ujarnya.

Bahkan, ia juga menyoroti jumlah susu yang hanya diberikan satu kotak untuk jatah tiga hari.

“Susu juga 1 kotak sajaaaa utk 3 hari. Saya kira MBG yang dibagikan rasa-rasnya kejar THR,” pungkasnya.

Baca Juga :  Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Seperti diketahui, SPPG Pakamban Laok 2 sebelumnya sempat dihentikan sementara operasionalnya oleh BGN setelah muncul berbagai keluhan terkait pelaksanaan program MBG.

Namun setelah kembali berjalan, distribusi menu MBG yang dinilai tidak layak ini kembali memicu kritik dari masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Pakamban Laok 2, menutup komunikasi dengan jurnalis, meski sering dihubungi pihaknya tetap tidak merespon. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terbaru