Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep

- Redaksi

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMENGAT: Peserta Festival Ojung Sumenep saat melakukan foto bersama (SandiGT - Seputar Jatim)

SEMENGAT: Peserta Festival Ojung Sumenep saat melakukan foto bersama (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali memainkan kartu budaya dalam strategi pembangunan daerah melalui Festival Ojung 2026 yang digelar di Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih.

Tradisi lokal didorong naik kelas, bukan lagi sekadar ritual tahunan, melainkan “brand” budaya yang diproyeksikan mampu mengangkat wajah pariwisata Sumenep.

Ribuan warga memadati area pantai sejak siang. Di tengah terik dan debur ombak, arena Ojung menjadi magnet utama. Dua peserta saling berhadapan, bergantian melayangkan rotan ke tubuh lawan. Setiap pukulan memicu sorak-sorai, menciptakan suasana tegang sekaligus memikat.

Namun Ojung bukan sekadar pertunjukan fisik. Ia adalah warisan panjang masyarakat Madura, tradisi yang memuat doa, harapan, dan simbol perlawanan terhadap kerasnya alam, terutama saat kemarau panjang.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, menyebut bahwa Ojung sedang diarahkan menjadi bagian dari paket wisata unggulan daerah.

“Kami ingin ada kesinambungan. Tidak berhenti di festival, tapi masuk ke kalender wisata, bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan luar daerah,” katanya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Bungkam di Tengah Kisruh MBG Diduga Basi, Ketua Yayasan Terus Pasang Badan

Menurutnya, pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk terlibat lebih luas,0mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa pariwisata.

Di balik ambisi besar tersebut, lanjut dia, persoalan klasik kembali mencuat: minimnya regenerasi pelaku Ojung. Tidak semua generasi muda tertarik terlibat dalam tradisi yang dikenal keras dan berisiko ini.

Senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, yang menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah kini tidak hanya berhenti pada pelestarian.

“Kami ingin Ojung ini punya posisi strategis. Bukan hanya dijaga, tetapi dikembangkan sebagai identitas daerah yang punya nilai ekonomi,” bebernya.

Langkah Pemkab Sumenep terlihat semakin sistematis. Festival tidak lagi digelar secara sederhana, tetapi dikemas dengan pendekatan event modern, mulai dari penataan lokasi, penguatan panggung pertunjukan, hingga promosi digital.

Agus Dwi Saputra tidak menampik hal tersebut. Ia justru menyatakan bahwa keberlanjutan Ojung sangat bergantung pada keberanian generasi muda untuk mengambil peran.

“Kalau tidak ada regenerasi, maka semua ini hanya akan jadi seremonial. Kita butuh anak muda yang mau belajar dan menjaga tradisi ini,” tuturnya.

Di sisi lain, Ojung memiliki dimensi spiritual yang kuat. Tradisi ini kerap dikaitkan dengan ritual meminta hujan dan keselamatan desa. Namun ketika dibawa ke panggung festival, muncul kekhawatiran akan pergeseran makna.

Transformasi menjadi tontonan publik dan komoditas wisata berpotensi mengaburkan nilai sakral yang selama ini dijaga masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Sahkan 31 Raperda 2026, Fokus Perlindungan Petani hingga Regulasi Media Sosial

Pemerintah daerah menyadari dilema tersebut. Karena itu, pendekatan yang diambil adalah menjaga substansi tradisi, sambil memperkuat kemasan agar tetap relevan di era modern.

“Kami tidak mengubah nilai dasarnya. Yang kami benahi adalah cara penyajiannya,” tandas Agus. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan
Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025
Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 12:17 WIB

Ojung Tak Sekadar Tradisi, Kini Jadi Strategi Wisata Sumenep

Senin, 30 Maret 2026 - 11:25 WIB

Darurat Sampah! Pantai Slopeng Sumenep Terancam Ditinggal Wisatawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:58 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Kini Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:12 WIB

Festival Ketupat Sumenep 2026 Siap Digelar di Pantai Lombang

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Berita Terbaru