SUMENEP, Seputar Jatim – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam memperluas manfaat pembangunan terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Pemkab Sumenep juga memperkuat sektor sosial melalui penyaluran bantuan hibah kelembagaan, beasiswa pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dengan memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat berkembang dan mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan harus memiliki nilai manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang mampu memperkuat kehidupan sosial, mendukung pendidikan, dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh masyarakat,” katanya, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, lembaga sosial dan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah membangun karakter serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui bantuan hibah tersebut, pemerintah daerah berharap lembaga penerima dapat semakin optimal menjalankan fungsi sosialnya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Lembaga kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah. Dengan dukungan yang diberikan, diharapkan keberadaannya semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain penguatan kelembagaan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan.
“Anak-anak muda adalah aset masa depan Sumenep. Pemerintah ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, sehingga kelak mampu berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Ia berharap bantuan alat bantu yang diberikan dapat meningkatkan kemandirian penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin pembangunan di Sumenep dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kelompok penerima manfaat.
Ia menyebutkan, hibah uang untuk lembaga keagamaan diberikan kepada 116 lembaga dengan total anggaran sebesar Rp5.883.440.000.
“Bantuan tersebut diberikan kepada pondok pesantren, yayasan, masjid, musala, dan lembaga keagamaan lainnya yang telah memenuhi ketentuan sebagai penerima,” terangnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan beasiswa bagi 126 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan total nilai Rp307.500.000.
“Beasiswa ini merupakan bentuk dukungan agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi,” tambahnya.
Untuk penyandang disabilitas, Pemkab Sumenep turut menyerahkan empat unit kursi roda sebagai sarana pendukung mobilitas.
“Melalui program ini, pemerintah berharap penerima manfaat dapat menjalani aktivitas dengan lebih mudah dan memiliki tingkat kemandirian yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









