Home / Tak Berkategori

Uniknya Guru Kemenkeu Mengajar di Sekolah Dasar

- Redaksi

Senin, 4 November 2019 - 18:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

(Fahmi/ SJ Foto)

(Fahmi/ SJ Foto)

BATU, seputarjatim.com– Siswa SDN Ngaglik 2, Kota Batu, Jawa Timur jadi lebih mengerti tentang pengelolaan keuangan negara karena hari ini, Senin, (4/11/2019) mereka kedatangan guru istimewa dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Tidak tanggung-tanggung, hari ini para siswa diajari langsung oleh Kepala kanwil DJP Jawa Barat 1, Neilmaldrin Noor dan Kepala KPP Pratama Jember, Wisnu Indarto beserta dua puluh relawan pegawai Kemenkeu. Hasilnya para siswa tidak hanya paham tentang pengelolaan keuangan negara, namun juga sangat riang gembira karena pembelajaran dilakukan lewat kegiatan yang menyenangkan.

“Jadi hari ini di SDN Ngaglik 2, Kota Batu, kita melaksanakan Kemenkeu Mengajar (KM) 4 Malang Raya. Kami berharap lewat sehari mengajar ini selamanya memberi arti untuk para siswa,” kata Neilmaldrin Noor.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan tahun keempat program Kemenkeu mengajar yang dilaksanakan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari uang ke 73.

Menurut Neil, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenalkan tugas, fungsi dan kewenangan Kemenkeu sekaligus meningkatkan kepedulian dan rasa cinta tanah air kepada para siswa. “Kalau sudah cinta tanah air, punya kebanggaan dan kepedulian, mereka pasti punya cita-cita luhur, apa pun cita citanya, dapat membanggakan orang tua dan Bangsa, lewat kegiatan ini kita ingin memotivasi mereka,” ujar Neil.

Baca Juga :  Fattah Jasin Pimpin Rombongan Dishub Jatim Beri Bantuan Alat Keselamatan Laut
(Fahmi/ SJ Foto)

Menariknya, kegiatan ini tidak menggunakan anggaran negara atau Kemenkeu, namun ribuan relawan yang merupakan pegawai Kemenkeu rela merogoh kocek pribadi mereka untuk melaksanakan kegiatan ini. Tahun ini kegiatan dilaksanakan di 51 Kota/ Kabupaten dengan jumlah relawan sebanyak 3000 relawan. Sementara di Malang Raya dilaksanakan di 14 SD dengan melibatkan 220 relawan.

“Para relawan, diberikan hak memilih mau mengajar dimana. Tahun ini saya mengajar di Kota Batu, tahun lalu di Banyuwangi, padahal saya bertugas di Bandung,” ujar Neil.

Para siswa yang mengikuti pembelajaran ini adalah siswa kelas IV, V dan VI SD. Para relawan ini memberikan pemahaman lembaga apa Kemenkeu, tugas apa yang dilaksanakan, hingga perihal perpajakan yang diberikan dengan bahasa anak-anak.

Baca Juga :  Sembari Beribadah, Jamaah Umroh PT. Bukit Shofa Kunjungi Tempat Bersejarah Di Madinah

Sama seperti guru lainnya, para relawan ini datang mengikuti upacara hari Senin, kemudian mereka memimpin flash mob dan memberikan materi pembelajaran kepada anak.

“Ada yang tahu apa tugas Kemenkeu?” tanya Neil kepada para siswa. “Memberi gaji Presiden,” jawab salah satu siswa.

Setelah itu, barulah Neil memberikan penjelasan apa tugas Kemenkeu. Sementara diluar, relawan mengajak anak-anak bermain ular tangga dan engklek (permainan tradisional) sambil disisipi pembelajaran tentang Kemenkeu.

Kepala Sekolah SDN Ngaglik 2, Nur Samsul Maarif mengucapkan terima kasih karena sekolahnya dipilih menjadi tempat Kemenkeu Mengajar 4.

“Kesempatan langka, selama ini siswa kelas VI memang sudah ada pembelajaran tentang Keuangan Negara, mereka mengenal Kemenkeu sebatas tulisan, sekarang jadi beda, karena mereka bertemu langsung dengan pegawai Kemenkeu dan mendapatkan penjelasan langsung dari pegawainya,” kata Nur.

Program ini menurutnya sangat bagus, karena tidak hanya menambah pengetahuan anak namun bisa memotivasi anak untuk menjadi pegawai Kemenkeu. (mi/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan
35 Perusahaan Ramaikan Sumenep Job Fair 2026, Akses Lowongan Kerja Dibuka Lebar
Terbaru! Perkara Pencurian Kayu di Nonggunong Dicabut, Tiga Tersangka Dipulangkan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Kamis, 24 September 2026 - 12:08 WIB

Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan

Rabu, 23 September 2026 - 16:27 WIB

3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Rabu, 23 September 2026 - 00:20 WIB

Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Selasa, 22 September 2026 - 14:25 WIB

Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terbaru