Home / Tak Berkategori

Bantuan Pokmas 7,99 Milyar di Lamongan Diduga Fiktif

- Redaksi

Kamis, 18 Februari 2021 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mukhlisin, mantan Pj. Kades Putatkumpul, Kecamatan Turi, Lamongan ditemui awak media. (SJ Foto)

Mukhlisin, mantan Pj. Kades Putatkumpul, Kecamatan Turi, Lamongan ditemui awak media. (SJ Foto)

LAMONGAN, seputarjatim.com- Kucuran dana untuk Kelompok masyarakat (Pokmas) diharapkan tepat sasaran dan bermanfaat untuk kepentingan sebagai peruntukkanya. Namun Sangat disayangkan dan sangat ironis jika hal tersebut dibuat bancakan, alias tidak ada kejelasan (fiktif).

Sebagaimana dana bantuan Pokmas melalui Kesmas, Pemkab Lamongan ditahun 2019 lalu, diduga abal-abal. Ironisnya, dana untuk Pokmas tersebut menyedot anggaran yang nilai cukup fantastis, sebesar 7,99 Milyar rupiah.

Adapun puluhan nama Pokmas penerima, bervariasi nilainya bantuanya, antara Rp 15 juta – Rp 150 juta rupiah. Dari data-data Pokmas tersebut, diduga ada temuan Pokmas yang fiktif, salah satunya Pokmas yang berada di Ds Putatkumpul, Kec.Turi, Kab. Lamongan.

Menurut Mukhlisin, mantan PJ Kades Putatkumpul, ada dana Pokmas turun didesanya.

“Memang saya mendengar adanya dana Pokmas yang cair, salah satunya di Desa Putatkumpul. Meskipun waktu itu saya menjabat PJ Kades, saya tidak tahu nama Pokmas apa dan atas nama siapa yang menerima? Anehkan? Saya heran juga,” kata Pj Kades Putatkumpul, Rabu (17/2/2021).

Menurut Mukhlisin, jangankan ditanya soal tandatangan, bentuk pengajuan dan peruntukannya seperti apa pun pihaknya tidak mengetahui.

“Saya ingat betul tidak ada proposal masuk, dan saya tidak pernah menandatangani. Tapi yang jelas saya mendengar Desa Putatkumpul mendapat bantuan dana Pokmas. Saya menyayangkan, karena tidak mengetahui siapa-siapa yang mendapat, sehingga kami tidak bisa untuk megawasi, ya setidaknya bisa mengarahkan, agar jangan bermasalah di kemudian hari nanti, ” sambungnya.

Baca Juga :  Kantor Bupati, Reborn!

Sebagaimana diketahui, dalam daftar penerima, Ds.Putatkumpul, Terdapat 3 Pokmas penerima, yakni Pokmas Ashidiq Rp 150 juta, Pokmas GPN Rp 150 juta dan Pokmas Berkah Pribadi Rp 100 juta.

Hingga saat ini ketiga Pokmas tersebut belum diketahui siapa yang bertangungjawab dan dana tersebut belum jelas laporan pertanggungjawabanya.

Dana Pokmas dari APBD Lamongan 2019 yang diduga fiktif tersebut, kini masih menjadikan atensi penyelidikan oleh pihak terkait dengan mengumpulkan data-data yang lebih valid.

Terpisah, pihak bagian Kesmas Pemkab Lamongan saat dihubungi melalui ponselnya belum memberikan respon. (Mah/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
4 Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Sumenep Minta Program Prioritas Segera Dieksekusi
Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup
Bupati Sumenep Salurkan Bantuan untuk Lembaga Keagamaan dan Mahasiswa Kurang Mampu
Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Bupati Sumenep Minta Nilai Kesabaran dan Keikhlasan Terus Dijaga
Usung Tema Songennep Sodek Parjuga, Logo Hari Jadi Sumenep ke-758 Resmi Diperkenalkan
Dinsos P3A Sumenep Perketat Pengawasan Hibah, Penerima Dana Diingatkan Tertib LPJ

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:44 WIB

Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:08 WIB

4 Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Sumenep Minta Program Prioritas Segera Dieksekusi

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:53 WIB

Bupati Sumenep Salurkan Bantuan untuk Lembaga Keagamaan dan Mahasiswa Kurang Mampu

Berita Terbaru

BERBATIK: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan komitmen lembaganya dalam menerapkan keterbukaan informasi publik dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses legislasi daerah (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:43 WIB