Aktivis Nilai Kehadiran Mie Gacoan di Sumenep Bakal Jadi Ancaman Besar Bagi Pelaku UMKM

- Redaksi

Kamis, 6 Februari 2025 - 13:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MENGERJAKAN: Proses pembangunan tempat mie gacoan di Kabupaten Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

MENGERJAKAN: Proses pembangunan tempat mie gacoan di Kabupaten Sumenep (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kehadiran mie gacoan di Kabupaten Sumenep, Madura, Sumenep, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan aktivis.

Mie gacoan yang mulai dibangun di jantung kota itu, dinilai bakal berdampak signifikan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal khususnya di Kabupaten Sumenep sendiri.

Aktivis Sumenep, Andi Irawan mengatakan, dapat diketahui bersama bahwa Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, mendongkrak UMKM Sumenep lebih maju sejak menjadi wakil bupati tahun 2014 silam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang dapat kita lihat bersama akan bertahan samapai kapan di Sumenep. Jika itu bisa bertahan lama maka dapat dipastikan itu membunuh UMKM lokal Sumenep,” ujarnya. Kamis (6/2/2025).

Baca Juga :  Koprasi Simpan Pinjam di Sumenep Harus Berbasis Modernisasi

Karena harga yang kompetitif dan strategi pemasaran yang agresif, lanjut dia, anak muda cenderung lebih tertarik mencoba makanan dari merek besar dibanding warung kecil yang menawarkan menu tradisional.

“Hal ini berpotensi membuat warung-warung mi khas daerah kehilangan pelanggan. Mie Gacoan membawa dampak yang kompleks terhadap UMKM lokal,” tegasnya.

Lanjut ia menegaskan, di satu sisi restoran ini membantu menggerakkan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi pemasok lokal. Namun, di sisi lain, persaingan ketat bisa membuat warung kecil kesulitan bertahan.

“Jadi UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang, mereka harus beradaptasi dengan perubahan pasar, mengadopsi strategi pemasaran modern, dan tetap menjaga keunikan produk mereka. Persaingan bukan hanya tentang harga, tetapi juga pengalaman dan kualitas yang diberikan kepada pelanggan,” tegasnya.

Lantas, kata dia, UMKM di Sumenep bisa bersaing dengan Mie Gacoan, Atau justru banyak yang terdampak negatif.

“Konsumen yang terbiasa dengan rasa dan konsep Mie Gacoan mungkin mulai menganggap warung mie tradisional kurang menarik atau ketinggalan zaman. Ini bisa menyebabkan penurunan minat terhadap variasi mie khas daerah yang dijual UMKM,” tandasnya.

“Namun, UMKM lokal bisa tetap bertahan dengan diferensiasi, seperti menyajikan rasa khas daerah, pelayanan lebih personal, atau menonjolkan konsep unik yang tidak bisa ditiru oleh jaringan restoran besar, sehingga muncul pertanyaan mampukah UMKM lokal kita?,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM
Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:31 WIB

Pengunjung Mr. Ball Positif Narkoba, PCNU dan Kiai Desak Pemkab Sumenep Tutup THM

Senin, 2 November 2026 - 13:01 WIB

Disbudporapar Sumenep Buka Pintu Kreativitas Masyarakat untuk Kalender Event 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB