Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilo di Pasar Anom, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERDAGANG: Penjual cabai rawit di Pasar Anom Sumenep saat membungkus dagangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

BERDAGANG: Penjual cabai rawit di Pasar Anom Sumenep saat membungkus dagangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

 

SUMENEP, Seputar Jatim – Harga cabai rawit di Pasar Anom, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali melonjak pada pertengahan bulan suci Ramadan.

Komoditas dapur tersebut kini menembus Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional itu tampak lebih lengang dibanding hari-hari biasanya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pedagang cabai rawit, Umminatun, menuturkan bahwa tingginya harga dipicu oleh pasokan yang tidak stabil. Menurutnya, jumlah kiriman dari pemasok menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga di tingkat pedagang.

“Kalau barang dari pemasok banyak, harga bisa turun. Tapi kalau kiriman sedikit, harga langsung naik,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga :  Harga Ayam Potong Tembus Rp48 Ribu per Kilo di Bulan Ramadan, Pedagang Pasar Anom Sumenep Mengeluh Sepi Pembeli

Ironisnya, meski harga berada di level tinggi, pedagang justru tidak menikmati keuntungan besar. Umminatun mengaku laba bersih yang diperoleh dari setiap kilogram cabai yang terjual hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000. Bahkan, pendapatan cenderung menurun akibat berkurangnya jumlah pembeli.

“Pembeli sekarang jarang yang beli banyak. Kebanyakan beli sedikit saja,” katanya.

Tingginya harga cabai rawit membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja. Banyak warga memilih membeli dalam jumlah kecil sekadar untuk memenuhi kebutuhan memasak harian selama Ramadan.

Kondisi ini menjadi beban ganda bagi pedagang. Di satu sisi, harga beli dari pemasok tetap tinggi, sementara di sisi lain daya beli masyarakat melemah.

“Kami berharap pasokan bisa kembali stabil supaya harga normal lagi dan perdagangan di pasar kembali ramai,” tandasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terbaru

Poster DPO Polresta Sumenep (Dok. Istimewa)

Hukum & Kriminal

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:33 WIB