Home / Tak Berkategori

Camat Batang-Batang Dinilai Buat Gaduh, Ini Respon Bupati Sumenep

- Redaksi

Senin, 16 Agustus 2021 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang. (istimewa)

Foto: tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang. (istimewa)

Sumenep,Seputarjatim.com,-Pasca vidionya viral diberbagai Platform media sosial dan menuai banyak kritikan dari masyarakat Sumenep, Camat Batang-Batang Joko Suwarno akan dipanggil BKPSDM dan Inspektorat Sumenep karena dinilai telah membuat gaduh.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH. MH, dirinya menyampaikan bahwa pada waktu vidcon dengan para camat pihaknya tidak pernah menginstruksikan kepala desa agar mencuri sapi warga yang tidak mau di vaksin.

“Luruskan saja , Pakek logis saja ,kalau kita pastinya tidak akan memerintah yang gak masuk akal ,bisa di cek ke camat-camat yg lain, yang pasti kalau ada perintah pasti camat melakukan seperti itu semua,”Jelasnya saat dihubungi melalui sambungan teleponnya. Senin (16-08-2021)

Lanjut politisi partai PDI Perjuangan ini mengatakan, meskipun yang bersangkutan sudah mengklarifikasi dan meminta maaf melalui vidio tidak lantas permasalahan akan selesai begitu saja.

“Nanti akan dipanggil BKPSDM mas, walau sudah klarifikasi tetap secara birokrasi akan dipanggil, “pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kecamatan Batang-Batang,Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur dibuat resah dengan beredarnya sebuah vidio yang diduga disampaikan oleh camat Batang-Batang dalam rapat kordinasi kecamatan Batang-Batang.

Vidio yang berdurasi 2.50 menit tersebut kini viral di platform media sosial WhatsApp, dalam cuplikan vidio tersebut orang yang diduga camat Batang-Batang menyampaikan,” kalebunnya takut dengan masyarakat karena takok  tak epele pole (takut tidak dipilih lagi) tahun 2025 atau 2026, itukan masih lama, kalebun (kades) punya kartu AS, kecok sapena mun oreng setak endek e vaksin (curi sapinya bagi orang yang tidak mau di vaksin).

Dalam dalam vidio itu, orang yang diduga camat Batang-Batang tersebut dengan jelas menyebut nama Bupati Sumenep, seolah-olah intruksi tersebut berasal dari Bupati Sumenep yakni Achmad Fauzi.

Baca Juga :  Tenaga Pendidik Disumenep Ingin Naik Pangkat Setor Rp.15 Juta, Oknum Pengawas Dan Kasek Disinyalir Jadi Aktor Intelektualnya

Jadi kemungkinan besar kepala desa dari 16 ini akan dipanggil oleh bapak Bupati, nanti minta penjelasan paling tidak tolong yang mewakili sampaikan kepada bu kalebun dan pak kalebunnya agar sewaktu-waktu nanti bapak bupati memanggil pak kalebun dan bu kalebun sudah siap, alasannya apa kok sampai masyarakatnya rendah vaksin.

Bahkan dalam vidio yang ramai diperbincangkan saat ini menyebutkan bahwa di kecamatan Batang-Batang ada kepala desa yang belum di vaksin sama sekali, “,, ada kalebun (kades) yang sudah di vaksin 1kali, tidak mau divaksin yang kedua, inilah yang membuat dampak masyarakat kita khususnya di kecamatan batang-batang total keseluruhan 9% kabupaten Sumenep baru terserap dibandingkan dengan jawa.

Camat Batang-Batang, Joko Suwarno mengakui orang dalam video tersebut adalah dirinya yang sedang memimpin rapat koordinasi terkait vaksinasi di Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Joki Perempuan Warnai Jalannya Festival Jaran Serek 2023, Aksinya Sukses Pukau Penonton

Menurutnya, video yang tersebar itu hanya merekam sebagian dari rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Batang-Batang.

“Sebenarnya itu hanya guyon. Semua itu saya sampaikan mengingat vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang masih rendah,” terang Camat Joko.

“Alasan yang disampaikan beberapa kepala desa kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk divaksin, karena sebagian dari mereka termakan hoax tentang vaksin,” imbuhnya.

Terkait ‘Perintah Bupati’, lanjut Camat Joko, yang dimaksud bukan perintah untuk nyuri sapi warga. Akan tetapi perintah Bupati yang dimaksud dalam pernyataan itu adalah memaksimalkan vaksinasi agar pandemi Covi-19 segera berlalu.

“Hanya saja, diksinya nyambung dengan kata ‘keco’ sapena muntak endha’ evaksin, sehingga wajar yang tidak ikut rapat atau hanya berdasar potongan video itu mengira Bapak Bupati menyuruh para Kades nyuri sapi warga yang menolak divaksin,” paparnya.

Camat Joko juga meminta maaf kepada Bupati dan masyarakat Sumenep, apabila guyonannya itu telah membuat resah.

“Saya mohon maaf, sekali lagi tidak ada maksud untuk membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Camat Joko meminta pemilik video agar tidak menyebarnya lagi. Sebab, itu merekam kejadian tidak utuh.

“Saya berharap agar video tersebut tidak usah disebar ulang, karena itu tidak menyampaikan secara utuh tentang jalannya rapat koordinasi yang kami ikuti,” pungkasnya. (Bambang)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru