Demi Bangun Kesadaran Pajak Kolektif, Bapenda Sumenep Turun ke Desa Sosialisasi SISMIOP Tahap II

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 21:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TERSEYUM: Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, saat diwawancarai tentang Sosialisasi SISMIOP Tahap II di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

TERSEYUM: Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, saat diwawancarai tentang Sosialisasi SISMIOP Tahap II di kantornya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan sosialisasi pemutakhiran dan pendataan SISMIOP tahap II tahun 2025.

Selama tiga hari, tim Bapenda bergerak ke sembilan desa untuk memastikan masyarakat benar-benar memahami arti penting pajak dan validitas data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi menyampaikan, bahwa langkah ini adalah bagian dari pembenahan fundamental tata kelola pajak di tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat harus tahu bahwa data pajak yang akurat bukan hanya kebutuhan pemerintah, tapi juga milik mereka. Pajak yang dibayar kembali untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan bersama,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  Anniversary ke-14 KOPI Songennep Hadirkan Model Ternama hingga Ratusan Fotografer Hadir

Ia menegaskan, berbeda dengan sosialisasi yang biasanya terpusat, pihaknya kali ini memilih turun langsung ke desa-desa.

“Jadwal dimulai Selasa di Desa Bakeong (Guluk-Guluk), Bates (Dasuk), dan Ketawang Larangan (Ganding). Berlanjut Rabu di Desa Lebeng Timur (Pasongsongan), Gadding (Manding), serta Beringin (Dasuk). Rangkaian ditutup Kamis di Desa Prancak (Pasongsongan), Ganding (Ganding), dan Pagarbatu (Saronggi),” tegasnya.

Setiap kegiatan, lanjut dia, berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Tim lapangan membawa banner informasi, alat ukur simbolis berupa roll meter, hingga perangkat teknis untuk menjelaskan cara kerja pemutakhiran data.

Faruk menekankan, pemutakhiran SISMIOP tahap II bukan urusan administratif belaka. Ada pesan besar yang ingin disampaikan: kesadaran pajak adalah pondasi keadilan pembangunan.

“Kami ingin warga tidak hanya jadi penerima informasi, tapi ikut aktif terlibat. Dengan begitu, mereka tahu kenapa data harus diperbarui, bagaimana teknisnya, dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka sendiri,” jelasnya.

Pendekatan partisipatif ini diyakini mampu menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap kebijakan pajak.

Lebih lanjut ia menambahkan, semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya pembangunan yang merata.

Baca Juga :  ASN dan Non-ASN Sumenep Peringati Maulid Nabi Muhammad Demi Perkuat Spirit Religius dan Integritas

“Kami ingin warga bukan sekadar objek, tapi mitra. Semakin banyak yang sadar pajak, semakin besar manfaat pembangunan yang bisa mereka nikmati. Ini adalah keadilan kolektif,” imbuhnya.

SISMIOP, kata dia, yang menjadi basis data pajak daerah, selama ini menjadi kunci dalam memastikan keakuratan informasi objek dan subjek pajak.

Dengan pemutakhiran tahap II, Bapenda Sumenep berharap ada lompatan besar dalam hal optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta penguatan transparansi publik.

“Melalui sosialisasi langsung ke desa, Bapenda ingin memastikan bahwa pajak dipahami bukan sebagai beban, melainkan kontribusi nyata untuk masa depan Sumenep,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru