Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi soroton publik (Foto Istimewa)

MAKANAN: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi soroton publik (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Di tengah gencarnya pemberitaan yang menonjolkan apresiasi terhadap menu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG( Rubaru, suara kritis wali murid justru kian menguat.

Berbagai komentar bernada keras di media sosial mencerminkan kekecewaan mendalam, sekaligus kekhawatiran serius terhadap keamanan, mutu, dan kelayakan makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari.

Sorotan tersebut mencuat seiring penilaian bahwa Kepala SPPG Rubaru lebih sibuk membangun citra positif di ruang publik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara di lapangan, sejumlah wali murid melaporkan adanya menu makanan yang diduga tidak layak konsumsi.

Salah satu wali murid mengeluhkan sate yang tercium basi serta kualitas nasi yang dinilai jauh dari standar.

“Menu sate kemarin ada yang basi, nasi gorengnya juga kurang bumbu. Tolong jangan dianggap sepele,” tulis seorang wali murid dalam kolom komentar TikTok, Senin (27/1/2026).

Baca Juga :  MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Keluhan tak berhenti pada persoalan rasa. Kritik semakin tajam ketika wali murid lain mempertanyakan proses perubahan menu, termasuk pihak yang memberi izin tanpa kejelasan prosedur dan transparansi.

“Siapa yang memberi izin SPPG diubah? Apakah tidak curiga sebelum memberi izin rakyatnya dijadikan bahan uji coba?,” tulis wali murid lainnya, dengan nada geram.

Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan yang lebih serius, kekhawatiran akan dampak kesehatan anak-anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sejumlah wali murid bahkan menyinggung risiko keracunan hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak.

“Memang gratis, tapi kalau anak-anak calon penerus bangsa jadi korban makanan yang tidak jelas, apa gunanya?,” lanjut komentar tersebut.

Sementara, saat media berupaya menemui salah satu wali murid asal Pakondang, ternyata masalah lain yang turut disorot adalah ketidaksesuaian antara porsi makanan yang dipublikasikan di media sosial dengan yang benar-benar diterima siswa di sekolah.

Bahkan, porsi dinilai disamaratakan tanpa mempertimbangkan perbedaan jenjang pendidikan.

“Porsinya nasi kuning tidak sesuai dengan yang ada di medsosnya. Masak porsi yang dihidangkan disamaratakan dari MI sampai MA? Saya tahu betul karena anak saya menerima tiap hari,” ucap Imam Mustain R.

Menariknya, kata dia, bahwa persoalan biaya bukan isu utama. Ia pun mengaku lebih memilih membayar, asalkan keselamatan dan kualitas makanan anak-anak benar-benar terjamin.

“Jujur, lebih baik makan bayar, yang penting anak-anak selamat dari hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Situasi ini menyingkap jurang mencolok antara narasi pemberitaan yang sarat apresiasi dengan realitas yang dirasakan langsung wali murid.

Pemberitaan sepihak yang hanya menonjolkan sisi positif dinilai berpotensi menyesatkan opini publik dan menutup ruang kritik yang sah.

Baca Juga :  Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Dalam persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak, suara wali murid bukan sekadar pelengkap, melainkan alarm sosial yang seharusnya ditanggapi serius, bukan ditutupi dengan pencitraan

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Rubaru terkait keluhan sejumlah wali murid. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terbaru