MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Wali murid takut melapor saat anaknya alami diare usai menyantap MBG di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Wali murid takut melapor saat anaknya alami diare usai menyantap MBG di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Sejumlah siswa di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan mengalami diare (mencret) usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Informasi tersebut mencuat dari pengakuan wali murid yang menyebut anaknya mengalami mencret setelah menyantap menu MBG yang diduga ayam bakarnya kurang matang, pada 21 Januari 2026 kemarin.

Namun demikian, wali murid tersebut mengaku memilih bungkam lantaran merasa takut jika melaporkan kejadian itu secara terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

“Anak saya mencret, tapi saya takut melapor karena saya diminta untuk tidak ramai dengan kejadian itu,” ungkap wali murid berinisial MF, Senin (27/1/2026).

Pengakuan serupa juga datang dari lingkungan sekolah. Salah satu pihak mengakui bahwa kasus diare memang sempat terjadi di kalangan siswa setelah menyantap MBG.

Bahkan, seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyatakan, sejak awal sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan SPPG Pakamban Laok 2.

“Saya memang agak risih dengan dapur di Pakamban Laok itu. Dua hari di awal, menunya langsung ayam kering tanpa sambal, dan ukurannya sangat kecil,” ucapnya.

“Malah kemarin, ada kejadian siswa mincret, ini memang parah mas,” tambahnya.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa kualitas dan kelayakan menu MBG dari dapur SPPG Pakamban Laok 2 patut dipertanyakan, baik dari sisi variasi menu, porsi, hingga potensi dampaknya terhadap kesehatan siswa.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2, lbelum memberikan keterangan resmi terkait dugaan diare yang dialami sejumlah siswa tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang polemik pelaksanaan MBG di Sumenep, sekaligus menjadi alarm keras bagi pihak terkait agar tidak sekadar mengejar distribusi, tetapi benar-benar memastikan keamanan, higienitas, dan mutu gizi makanan yang diberikan kepada siswa. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026
IWO Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno, Ratusan Peserta Unjuk Bakat Puisi dan Pidato
Dugaan Penyimpangan DD Meddelan, GMNI Nilai Pengawasan DPMD Sumenep Lemah
Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin
SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP
Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Tebar Kepedulian Idul Adha 1447 H, Salurkan Kurban hingga Mudik Gratis Kepulauan
Puluhan SPPG di Sumenep Disetop BGN, Tersandung Masalah IPAL

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:32 WIB

ASN, Santri, dan Masyarakat se-Madura Bersatu Ramaikan Lomba Pidato Gaya Bung Karno 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:43 WIB

IWO Sumenep Hidupkan Semangat Bung Karno, Ratusan Peserta Unjuk Bakat Puisi dan Pidato

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:47 WIB

Penuh Penghayatan, Refleksi Bung Karno ala Ibnu Hajar Tuai Tepuk Tangan Hadirin

Senin, 1 Juni 2026 - 21:14 WIB

SPPG Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Disuspend BGN, Padahal Sempat Klaim Beroperasi Sesuai SOP

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:48 WIB

Yabhysa dan LKNU Perkuat Peran Kader Kesehatan Menuju Pamekasan Bebas TBC

Berita Terbaru