Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAS: Ketua PMII Cabang Sumenep, Khoirus Soleh, buka suara terkait proyek gelap di Desa Meddelan (Doc. Seputar Jatim)

TEGAS: Ketua PMII Cabang Sumenep, Khoirus Soleh, buka suara terkait proyek gelap di Desa Meddelan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Akhir tahun 2025 lalu, sejumlah proyek ‘siluman’ seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) tiba-tiba masuk ke Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Proyek-proyek tersebut tidak jelas asal-usulnya dan siapa pelaksana atau pemborongnya, apakah bersifat kontraktual atau swadaya, dari mana sumber dananya, serta berapa besaran pagu anggarannya. Semua serba gelap.

Kali ini berupa proyek perbaikan atau pengaspalan jalan di sepadan sungai yang mulai dikerjakan pada awal tahun 2026, tepatnya Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjamurnya proyek infrastruktur tanpa papan informasi tersebut menuai sorotan tajam dari Ketua PMII Cabang Sumenep, Khoirus Soleh.

Ia pun menegaskan, bahwa desa bukanlah milik pribadi Kepala Desa (Kades), melainkan milik masyarakat secara keseluruhan.

Karena itu, setiap pembangunan infrastruktur seperti jalan, TPT, dan proyek lainnya wajib dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Terlebih jika pembangunan infrastruktur tersebut didanai dari uang rakyat, baik melalui APBD maupun APBN.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Maka, kata dia, masyarakat berhak mengetahui besaran anggaran serta kualitas pembangunan yang dikerjakan.

Menurutnya, dengan keterbukaan informasi, rakyat dapat berperan aktif dalam mengawasi dan mengontrol jalannya proyek.

“Jika diawasi rakyat, kualitas proyek pembangunan itu bisa lebih baik. Karena dapat menekan potensi terjadinya kecurangan atau korupsi anggaran proyek pembangunan itu,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, Camat Lenteng Supardi saat dikonfirmasi awak media terkait pembangunan infrastruktur jalan di Desa Meddelan, memilih untuk tidak memberikan tanggapan.

Bahkan, upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) juga tidak direspons olehnya hingga berita ini diterbitkan. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura
Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:41 WIB

Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:21 WIB

Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:43 WIB

Nasib 5.224 PPPK Paruh Waktu Jadi Prioritas, Pemkab Sumenep Siapkan Langkah Strategis

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Berita Terbaru