Dispusip Sumenep Genjot Budaya Baca Lewat Bazar Buku Murah

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TERSENYUM: Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto (Doc. Seputar Jatim)

TERSENYUM: Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian menggeser kebiasaan membaca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan menggelar bazar buku murah dalam rangka Festival Literasi, pada 22 September 2025 mendatang.

Acara tersebut mengusung tema “Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Tradisi”, bazar ini menghadirkan ribuan judul buku dengan harga mulai Rp10 ribu hingga diskon 80 persen.

Tak hanya itu, acara ini mempunyai target membuka akses bacaan seluas-luasnya dan mengembalikan masyarakat, terutama generasi muda, ke dalam dunia buku fisik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mayoritas generasi Z sekarang lebih suka main HP daripada membaca buku. Bahkan kalau membaca pun lebih sering lewat layar. Padahal buku cetak punya magnet berbeda, bisa membentuk kebiasaan membaca yang lebih dalam,” ujar Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto, Sabtu (20/9/2025).

Baca Juga :  RSUD Moh. Anwar Resmi Buka Layanan Spesialis Urologi, Warga Sumenep Bisa Berobat Tanpa Harus Keluar Daerah

Selama ini, lanjut dia, harga buku yang relatif tinggi sering dijadikan alasan rendahnya minat baca masyarakat. Melalui bazar ini, Dispusip berusaha menepis hambatan tersebut.

Menurutnya, buku yang dijajakan tidak hanya seputar bacaan populer, tapi juga literatur lokal, sejarah, sastra, motivasi, hingga koleksi anak-anak.

“Bazar ini kami buat bukan sekadar jualan, tapi kampanye. Kami ingin membaca menjadi kebiasaan, bukan kewajiban. Kalau akses diperluas, tak ada lagi alasan untuk tidak membaca,” paparnya.

Lanjut ia menegaskan, Festival Literasi kali ini tidak berhenti pada aktivitas bazar. Agenda lain seperti pameran arsip sejarah, pembacaan cerita rakyat Madura, hingga bedah buku karya penulis lokal disiapkan untuk menegaskan posisi tradisi sebagai sumber inspirasi.

“Tradisi itu tidak hanya untuk dikenang, tapi juga bisa menjadi sumber kreativitas. Buku menjadi jembatan agar warisan itu terus hidup,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan, konsep ini dipandang strategis untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap akar budayanya, sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang lebih kontekstual dengan identitas daerah.

“Data terbaru menunjukkan, tingkat minat baca di Indonesia tahun 2025 masih tergolong rendah. Situasi ini semakin berat karena masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial daripada membuka buku,” bebernya.

Dispusip menilai, generasi muda perlu dikenalkan kembali pada buku fisik agar tidak kehilangan “rasa” membaca. Buku dipercaya mampu menumbuhkan karakter, memperluas imajinasi, sekaligus melatih daya kritis sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh dari layar gawai.

Ia berharap, Festival Literasi Sumenep bukan hanya berhenti pada gegap gempita acara tahunan. Lebih jauh, kegiatan ini bisa menjadi pintu lahirnya ekosistem literasi baru di masyarakat.

Baca Juga :  Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 

“Kami ingin melihat anak-anak muda yang terbiasa membaca setiap hari, bukan karena ada tugas sekolah, tapi karena membaca itu menyenangkan. Itulah cita-cita besar dari festival ini,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru