Harapan Gizi Berubah Jadi Keresahan, MBG di Saronggi Dikecam Wali Murid

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Wali murid mengkritik menu MBG yang disajikan SPPG Saronggi di media sosial (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Wali murid mengkritik menu MBG yang disajikan SPPG Saronggi di media sosial (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Saronggi Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai kecaman keras dari para wali murid.

Alih-alih menjadi solusi pemenuhan gizi, menu yang dibagikan justru dinilai asal-asalan, tidak layak konsumsi, dan mencerminkan kelalaian serius dalam pengelolaan pangan anak sekolah.

Kekecewaan wali murid memuncak di kolom komentar media sosial. Menu berupa nasi, telur ceplok, sayur seadanya, dan buah pisang menjadi sasaran kritik karena dianggap jauh dari standar gizi dan kualitas yang semestinya diterima siswa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu wali murid menuliskan komentar bernada sinis terkait menu yang disajikan pihak terkait.

“Iya pantessan tak ekakan onggu, mana ghun telor ceplok ben kacang panjang 2 kerra. (Iya pantas tidak dimakan beneran, kalau cuma telur ceplok dan kacang panjang dua potong, red),” ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga :  Pesan Said Abdullah di Konferda–Konfercab Jatim: Jaga Soliditas PDI Perjuangan

Komentar tersebut menyiratkan bahwa menu tersebut bahkan tak pantas dimakan, apalagi disajikan untuk anak-anak.

Keluhan tidak berhenti pada minimnya nilai gizi. Tudingan yang lebih serius mengarah pada kualitas dan keamanan makanan.

Seorang wali murid mengungkapkan pengalaman pahit pada hari pertama pelaksanaan MBG.

“Pas MBG hari pertama menu burger, tomatnya ada yang busuk dan nugget-nya basi,” ucapnya.

Pernyataan ini memicu kemarahan warganet karena mengindikasikan dugaan kelalaian fatal dalam pengawasan bahan makanan. Jika benar, persoalan ini bukan sekadar soal selera, melainkan sudah menyentuh keselamatan dan kesehatan siswa.

Foto menu yang dibagikan di kolom komentar turut memperkuat tudingan bahwa MBG dikelola tanpa standar yang jelas.

Banyak wali murid mempertanyakan bagaimana makanan dengan kualitas dipertanyakan bisa lolos hingga dibagikan kepada anak-anak di sekolah.

“Kalau makanan seperti ini saja dibagikan, di mana pengawasannya?” tulis salah satu komentar lain.

Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terhadap profesionalisme dan tanggung jawab SPPG Saronggi sebagai pelaksana program.

Program yang seharusnya menjamin pemenuhan gizi justru berubah menjadi sumber keresahan dan kemarahan wali murid.

Baca Juga :  Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

Hingga kritik meluas, belum terlihat tanggung jawab terbuka atau langkah nyata yang diumumkan kepada publik.

Wali murid menilai pembiaran ini sebagai bentuk pengabaian terhadap hak anak untuk memperoleh makanan yang aman dan bergizi.

Jika keluhan terus diabaikan, SPPG Saronggi dinilai bukan hanya gagal menjalankan program, tetapi juga mempertaruhkan kepercayaan publik serta kesehatan generasi muda. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Berita Terbaru

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB