Usai Dana Cair, Penerima KIP JAWARA di Sumenep Ngaku Diminta Komisi oleh Petugas

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Penerima KIP JAWARA di Sumenep saat diminta lomisi oleh petugas (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Penerima KIP JAWARA di Sumenep saat diminta lomisi oleh petugas (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA) dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bersama program Jatim Puspa untuk pemberdayaan perempuan kembali direalisasikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Diketahui, penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Selasa (16/12) kemarin.

Melalui program KIP JAWARA, setiap penerima memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta. Sementara itu, Jatim Puspa disalurkan dalam bentuk barang modal guna mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu penerima bantuan di Kabupaten Sumenep yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyampaikan, apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas bantuan yang diterima.

Baca Juga :  BGN Larang MBG dari Produk Pabrikan, SPPG Rubaru Diduga Langgar Juknis

Menurutnya, program tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha kecil yang tengah dirintis.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sudah memberikan bantuan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ucapnya, Jumat (19/12/2025).

Namun demikian, penerima bantuan juga mengungkapkan pengalaman kurang nyaman usai proses pencairan.

Ia mengaku dimintai uang sebesar Rp500 ribu oleh salah satu petugas dengan alasan telah membantu proses pencairan bantuan.

“Saya tidak pernah diberi tahu sebelumnya kalau ada biaya atau komisi. Setelah dana cair, baru ada permintaan seperti itu,” katanya.

Lanjut ia menambahkan, permintaan tersebut menempatkan penerima bantuan pada posisi serba sulit dan membingungkan dalam mengambil sikap.

“Sebagai penerima bantuan, kami ini orang kecil. Kalau diminta seperti itu, rasanya bingung harus menolak atau bagaimana, karena takut bantuan ke depannya jadi bermasalah,” tambahnya.

Keterangan tersebut menjadi catatan penting, mengingat program bantuan sosial semestinya diterima masyarakat secara utuh tanpa potongan apa pun.

Jika benar terjadi, praktik semacam ini berpotensi mencederai semangat pemberdayaan yang menjadi tujuan utama program pemerintah.

Baca Juga :  PAD Sumenep 2025 Lampaui Target, Digitalisasi Pajak Dorong Realisasi Tembus Rp94 Miliar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial setempat terkait dugaan permintaan komisi tersebut.

Diharapkan adanya evaluasi serta pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran bantuan sosial benar-benar berjalan adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat penerima. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu
Polresta Sumenep Pulangkan 3 Tersangka Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong, Pelapor Tak Pernah Cabut Laporan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean

Berita Terbaru