IWO Sumenep Minta SE Segera Terbit, Intimidasi SPPG terhadap Guru Harus Dihentikan

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISKUSI: IWO Sumenep saat melakukan audiensi dengan Satgas MBG Kabupaten Sumenep serta Perwakilan Koordinator Wilayah SPPG dan Koordinator Kecamatan Se Sumenep di ruang rapat sekretariat daerah (Mufti Che - Seputar Jatim

DISKUSI: IWO Sumenep saat melakukan audiensi dengan Satgas MBG Kabupaten Sumenep serta Perwakilan Koordinator Wilayah SPPG dan Koordinator Kecamatan Se Sumenep di ruang rapat sekretariat daerah (Mufti Che - Seputar Jatim

SUMENEP, Seputar Jatim – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat segera mengambil langkah tegas menyusul dugaan praktik intimidasi terhadap guru dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program yang merupakan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Namun, implementasinya di daerah dinilai tercoreng apabila diwarnai tindakan yang menekan pihak guru.

Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain Ramli, mengungkapkan pihaknya telah mengantongi sejumlah laporan terkait dugaan intimidasi oleh oknum penyelenggara di lapangan.

“Kami menerima berbagai catatan penting. Ada indikasi kuat oknum SPPG melakukan tekanan terhadap guru, terutama yang menyampaikan atau mempublikasikan informasi terkait distribusi MBG. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga :  SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Langgar, MBG Baru Datang Saat Siswa Pulang

Ia menjelaskan, tekanan diduga dilakukan secara tidak langsung dan melibatkan struktur sekolah.

“Kami menemukan indikasi tekanan dilakukan secara sistematis, bahkan melalui kepala sekolah, dengan dalih insentif bagi koordinator. Ini berbahaya karena berpotensi membungkam guru sebagai bagian dari kontrol sosial,” tegasnya.

Menurutnya, praktik tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

“Jika guru sebagai garda terdepan justru ditekan, maka transparansi akan hilang. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap integritas program,” imbuhnya.

IWO Sumenep menegaskan, guru harus berada dalam posisi aman dan bebas dari tekanan, termasuk dalam menyampaikan fakta di lapangan.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama segera menerbitkan surat edaran resmi yang menegaskan tidak ada toleransi terhadap intimidasi. Guru harus dilindungi dan dijamin keamanannya,” katanya.

Ia juga menekankan tidak boleh ada kompromi terhadap praktik yang mencederai profesionalitas pelaksanaan program.

“Tidak ada ruang untuk intimidasi. SPPG harus bekerja profesional dan transparan. Guru tidak boleh dibungkam dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, turut menolak keras segala bentuk intimidasi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Intimidasi adalah pelanggaran serius. Program MBG harus berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Guru wajib dilindungi,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan intimidatif tidak hanya merusak pelaksanaan teknis, tetapi juga mencederai tujuan utama program.

“Program untuk kepentingan masyarakat tidak boleh dikotori kepentingan sempit. Jika intimidasi terus terjadi, yang dipertaruhkan adalah integritas program,” tandasnya.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Wabup Sumenep Tegaskan LKPJ 2025 Penuh Capaian dan Prestasi

IWO Sumenep mengingatkan, program yang baik harus diwujudkan melalui praktik yang bersih dan berintegritas di lapangan.

“Jika intimidasi dibiarkan, program ini berisiko kehilangan kepercayaan publik dan hanya menjadi slogan tanpa makna,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul
Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG
Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG
SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep
Kerap Bermasalah hingga Sajikan MBG Berulat, Guru Desak Satgas Ajukan Penutupan SPPG Pakamban Laok 2 ke BGN
Camat Saronggi Ungkap MBG Basi dari SPPG Talang, Kepala Sekolah SDN Juluk II Sulit Dikonfirmasi
Konferensi Pers Gagal, Kapolda Jatim Pulang Diam-Diam, Kapolres Sumenep Diduga ‘PHP’ Jurnalis

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:48 WIB

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 21:24 WIB

Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 19:13 WIB

SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep

Berita Terbaru

GAGAH: Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, saat diwawancarai di ruangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

Peristiwa

Sumenep Hadapi Fase Pancaroba, Ancaman Kekeringan Mulai Muncul

Senin, 20 Apr 2026 - 17:48 WIB