Kerap Ganggu Lalu Lintas, DKUPP Sumenep Berikan Pembinaan kepada PKL di Desa Pabian

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MEMANTAU: Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli (tengah) saat mendatangi lokasi PKL di Desa Pabian (SandiGT - Seputar Jatim)

MEMANTAU: Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli (tengah) saat mendatangi lokasi PKL di Desa Pabian (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan pembinaan dan penataan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL).

Diketahui, banyak PKL di sepanjang Jalan Raya di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan melanggar aturan.

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli menjelaskan, lokasi tersebut menjadi atensi, karena dinilai sudah menganggu kelancaran dan ketertiban lantas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Santri di Sumenep Diduga Dapat Perlakukan Kasar dari Oknum Kepolisian Saat Lakukan Pengamanan Program Kapal Gratis Sepudi-Jangkar

“Selain itu, lokasi tersebut tidak boleh ditempati PKL karena masuk zona merah sesuai dengan Pasal 13 Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima,” katanya. Kamis (10/4/2025)

“Sepanjang jalan ini tidak boleh ditempati aktivitas usaha apapun karena jalan nasional yang termasuk zona merah,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan tersebut bukan untuk mebatasi kegiatan usaha masyarakat yang sedang mencari nafkah. Namun, untuk menegakkan peraturan yang berlaku.

Sehingga, ia pun membuka kesempatan bagi semua masyarakat untuk membangun usaha, sepanjang tidak melanggar peraturan.

“Silakan pindah kemanapun yang tidak melanggar, jika ada bangunan yang perlu di bongkar, silakan bongkar. Kami berikan waktu selama tiga hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan Pilkades di Sumenep Bakal Digelar Tahun 2027 dan 2029

Dalam pembinaan tersebut, kata dia, sebanyak 20 pedagang yang hadir menandatangani surat pernyataan akan patuh dan tunduk terhadap peraturan dalam membangun usaha.

“Jika sampai Hari Minggu tidak di pindahkan, kami akan mengambil tindakan untuk membersihkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembinaan ini dilakukan bersama Camat Kota, Kepala Desa Pabian, Kodim 0827 Sumenep, Polres Sumenep dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Siapkan Hadiah Rp100 Juta dan Sembako
Dugaan Tiru Rokok Ilegal Marbol Berujung Teror dan Perusakan, Kendaraan Ibu di Pamekasan Diambil

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru