Komitmen Jaga Bahasa Madura, Pemkab Sumenep Sabet Penghargaan Nasional RBD 2026

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BAHAGIA: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) saat menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Kota Depok (Doc. Seputar Jatim)

BAHAGIA: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah) saat menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Kota Depok (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kali ini, penghargaan datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) 2026 atas komitmen Pemkab Sumenep dalam menjaga dan mengembangkan Bahasa Madura.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sumenep, pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Senin (25/5) kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan RBD diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menjalankan program pelestarian bahasa daerah melalui sektor pendidikan, penguatan kebijakan, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga penggunaan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.

Program revitalisasi bahasa daerah sendiri merupakan upaya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan ratusan bahasa daerah di Indonesia agar tidak tergerus arus globalisasi dan perubahan sosial.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga eksistensi Bahasa Madura sebagai identitas budaya masyarakat.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi milik seluruh masyarakat Sumenep yang sampai hari ini tetap menjaga dan menggunakan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Selasa (26/5/2026).

[irp posts=”17520″ ]

Menurutnya, bahasa daerah memiliki nilai strategis karena bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari sejarah, budaya, dan karakter suatu daerah.

“Bahasa Madura adalah jati diri masyarakat Madura. Jika bahasanya hilang, maka sebagian identitas budaya kita juga ikut hilang. Karena itu, pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cak Fauzi itu menegaskan, Pemkab Sumenep selama ini terus memperkuat pelestarian Bahasa Madura melalui berbagai program, salah satunya menjadikan Bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib di sekolah.

Selain itu, pemerintah daerah juga aktif mendukung berbagai kegiatan kebudayaan, lomba berbahasa Madura, hingga edukasi literasi lokal sebagai upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu.

“Kami ingin anak-anak muda di Sumenep tetap bangga menggunakan Bahasa Madura, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang sosial lainnya. Bahasa daerah harus mampu hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tenaga pendidik, tokoh budaya, hingga komunitas lokal untuk terus berperan aktif menjaga keberlangsungan Bahasa Madura.

“Pelestarian bahasa ibu tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kesadaran kolektif agar Bahasa Madura tetap diwariskan dari generasi ke generasi,” ucapnya.

Sebagai informasi, Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 diberikan kepada sejumlah gubernur, wali kota, dan bupati di Indonesia yang dinilai konsisten mendukung program perlindungan dan pengembangan bahasa daerah di wilayah masing-masing. (EM)

*

 

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Raih WTP Kesembilan, DPRD Titip Pesan Penting untuk Pemkab Sumenep
Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman
246 Desa di Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Anggaran hingga Rp120 Juta per Desa
Bupati Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan Sumenep
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
4 Pejabat Eselon II Dilantik, Bupati Sumenep Minta Program Prioritas Segera Dieksekusi
Ketua DPRD Sumenep Buka Suara, Bantah Tudingan Lembaganya Tertutup
Bupati Sumenep Salurkan Bantuan untuk Lembaga Keagamaan dan Mahasiswa Kurang Mampu

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:14 WIB

Di Balik Raih WTP Kesembilan, DPRD Titip Pesan Penting untuk Pemkab Sumenep

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:38 WIB

Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:53 WIB

246 Desa di Sumenep Siap Gelar Pilkades Serentak 2027, Anggaran hingga Rp120 Juta per Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:32 WIB

Bupati Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Arah Pembangunan Sumenep

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Berita Terbaru