Masalah MBG Terkuak, SPPG Pakamban Laok 2 Diduga Lakukan Upaya Redam Pemberitaan

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Ingin meredam pemberitaan MBG bermasalah, Pengelola SPPG Pakamban Laok 2 mencoba memberikan uang kepada wartawan, namun ditolak (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Ingin meredam pemberitaan MBG bermasalah, Pengelola SPPG Pakamban Laok 2 mencoba memberikan uang kepada wartawan, namun ditolak (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik.

Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari keluhan kesehatan peserta didik hingga sikap pengelola yang dinilai tidak kooperatif terhadap upaya konfirmasi media.

Sebelumnya, beberapa wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT) dilaporkan menolak distribusi MBG. Selain itu, muncul pula informasi dugaan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare usai mengonsumsi makanan program tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait dugaan tersebut.

Wartawan Sumenep, Imam Kachonk, menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 tidak menunjukkan itikad transparansi saat dimintai klarifikasi oleh media.

Baca Juga :  Pesan Klarifikasi Dihapus, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Dinilai Hindari Tanggung Jawab

“Dalam beberapa hari terakhir, persoalan MBG terus bergulir. Ada dugaan siswa mengalami diare dan penolakan dari wali murid. Namun ketika media mencoba meminta klarifikasi, pihak SPPG justru terkesan menghindar,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kepala SPPG Pakamban Laok 2 tidak memberikan respons sama sekali meskipun telah dihubungi berulang kali oleh sejumlah wartawan.

Situasi tersebut dinilai semakin janggal ketika setelah persoalan MBG ramai diberitakan dan mendapat perhatian luas di media sosial, pihak pengelola justru berupaya mendekati wartawan dengan alasan silaturahmi.

“Setelah isu ini ramai dan disorot banyak jurnalis, barulah ada upaya mendekati wartawan yang mengungkap dugaan MBG bermasalah. Namun pendekatan itu bukan dalam konteks klarifikasi terbuka,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, adanya dugaan upaya meredam pemberitaan dengan cara yang tidak etis.

“Ada dugaan pihak SPPG meminta bantuan pihak lain untuk menyampaikan sejumlah uang kepada wartawan, agar pemberitaan terkait MBG yang dikelola SPPG Pakamban Laok 2 di bawah Yayasan Bumi Asfan Abadi tidak lagi disorot,” ungkapnya.

Jika dugaan tersebut benar, Imam menilai tindakan itu tidak hanya mencederai prinsip transparansi publik, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

“Jurnalisme tidak bisa dibungkam dengan uang. Praktik seperti itu bertentangan dengan nilai profesionalisme dan jelas melanggar kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Baca Juga :  Klarifikasi MBG Dinilai Tak Tuntas, SPPG Pakamban Laok 2 Hanya Beri Jawaban Singkat

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan. Redaksi Seputar Jatim masih membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. (EM)

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital
Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI
PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian
Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Sabtu, 26 September 2026 - 20:12 WIB

Kantor JIP Diresmikan, Ribut Baidi Dorong Jurnalis Tetap Kritis dan Berani

Sabtu, 26 September 2026 - 18:21 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media, Guru Dibekali Literasi Digital dan AI

Jumat, 25 September 2026 - 08:48 WIB

PBH Jatim Buka Diskusi Hukum Lingkungan, Tambang Ilegal di Sumenep Jadi Perhatian

Berita Terbaru