Pesan Klarifikasi Dihapus, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Dinilai Hindari Tanggung Jawab

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 06:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Kepala SPPG Pakamban Laok 2 menghapus pesan WhatsApp klarifikasi (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kepala SPPG Pakamban Laok 2 menghapus pesan WhatsApp klarifikasi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kepala SPPG Pakamban Laok 2, Badri, dinilai tidak konsisten dan minim komitmen terhadap pernyataannya sendiri, setelah sejumlah pesan klarifikasi yang dikirim dihapus tanpa disertai jawaban substansial.

Dalam percakapan WhatsApp dengan salah satu jurnalis, Badri sebelumnya menjadikan sebuah pernyataan sebagai rujukan utama untuk membantah dugaan persoalan yang terjadi.

Namun, ketika pernyataan tersebut ditindaklanjuti dengan pertanyaan lanjutan mulai dari tanggung jawab terhadap siswa dan guru yang mengalami diare, kepastian kepemilikan sertifikat wajib SPPG, hingga hasil uji laboratorium limbah air cucian, justru tidak ada jawaban resmi yang diberikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih memberikan penjelasan, beberapa pesan klarifikasi justru terpantau dihapus. Tindakan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen dan tanggung jawab seorang pelaku publik.

Baca Juga :  MBG Diduga Sebabkan Diare hingga Ditolak, SPPG Pakamban Laok 2 Abaikan Tanggung Jawab dan Sibuk Pencitraan

Apalagi, Badri tidak dimintai klarifikasi dalam konteks personal, melainkan dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi yang bersentuhan langsung dengan keselamatan dan kesehatan banyak orang.

“Kalau sejak awal menjadikan pernyataan sebagai acuan, seharusnya berani juga mempertanggungjawabkannya. Bukan malah menghapus pesan,” ujar Jurnalis Jatim Kita, Syarif H, Minggu (1/2/2026).

Sikap menghapus pesan ini dinilai justru memperlemah posisi Kepala SPPG Pakamban Laok 2 sendiri. Pernyataan yang semula dijadikan tameng bantahan berbalik menjadi bumerang dan menimbulkan kesan tidak siap diuji secara terbuka.

Ia pun menilai langkah tersebut lebih mencerminkan upaya penghindaran, bukan penyelesaian masalah.

Padahal, dalam kasus yang menyangkut kesehatan siswa dan guru, publik berhak memperoleh jawaban yang jelas, transparan, dan berbasis data. Bukan respons sepihak, terlebih tindakan yang mengesankan kabur dari tanggung jawab.

Hal senada disampaikan pemuda setempat, Edy ES. Pihaknya menyebutkan, bahwa pejabat atau pemangku kepentingan di ruang publik tidak memiliki ruang untuk memilih diam ketika dimintai klarifikasi.

“Menghapus pesan bukan solusi. Itu justru memperkuat persepsi negatif dan menurunkan kepercayaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wali Murid Tolak Massal MBG dari SPPG Pakamban Laok 2, Kepala RA HT: Kami Bukan Kelaparan, Ini Soal Gizi

Hingga berita ini ditulis, pihak terkait belum memberikan penjelasan resmi terkait penghapusan pesan maupun substansi pertanyaan yang diajukan kepadanya. Satu hal yang pasti, tanggung jawab publik tidak bisa dihapus seperti pesan WhatsApp. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project
Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat
Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:20 WIB

Wabup Sumenep Buka Festival Tani Ganding 2026, Sebut Bisa Jadi Pilot Project

Selasa, 22 September 2026 - 14:25 WIB

Lakpesdam NU Tagih Langkah Nyata DPRD Soal THM di Sumenep: Aspirasi Hanya Jadi Catatan Rapat

Kamis, 10 September 2026 - 19:34 WIB

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Berita Terbaru