SUMENEP, Seputar Jatim – Menjelang Hari Raya Idula Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Mmn adura, Jawa Timur, memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak di seluruh titik perdagangan, mulai dari pasar hewan hingga lapak penjualan musiman.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan bebas dari penyakit menular.
Pengawasan dilakukan secara intensif melalui inspeksi langsung oleh tim kesehatan hewan. Petugas melakukan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel secara acak terhadap sapi dan kambing yang diperjualbelikan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Zulfa, mengatakan peningkatan aktivitas jual beli ternak menjelang Iduladha menjadi perhatian serius pihaknya.
“Mobilitas ternak meningkat signifikan menjelang Iduladha. Karena itu, kami menurunkan tim ke berbagai pasar hewan, termasuk di wilayah kepulauan, untuk memastikan kesehatan ternak tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada pasar tradisional, tetapi juga menyasar lapak-lapak penjualan dadakan yang kerap muncul di pinggir jalan maupun kawasan permukiman.
“Lapak musiman juga kami awasi secara ketat. Kami tidak ingin ada ternak yang tidak layak atau berpenyakit masuk ke pasar kurban,” tegasnya.
Dari hasil pemantauan sementara, DKPP memastikan kondisi ternak di Sumenep masih tergolong aman. Tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
“Hasilnya cukup menggembirakan. Tidak ada temuan ternak yang terindikasi PMK atau LSD. Artinya, ketersediaan hewan kurban di Sumenep dalam kondisi sehat,” jelasnya.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan hingga puncak Iduladha. DKPP juga memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mencegah potensi penyebaran penyakit dari luar daerah.
DKPP turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan.
“Keterbatasan petugas menjadi tantangan, sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Jika ada ternak yang terlihat sakit, segera laporkan kepada kami,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan asal hewan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tenang saat berkurban. Hewan yang disembelih harus benar-benar sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syariat dan standar kesehatan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil risiko dengan menjual ternak yang tidak memenuhi standar kesehatan.
“Keuntungan tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran,” tandasnya. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









