Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

PENGAWASAN: Petugas DKPP Sumenep melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan (Doc. Seputar Jatim)

PENGAWASAN: Petugas DKPP Sumenep melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Menjelang Hari Raya Idula Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Mmn adura, Jawa Timur, memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak di seluruh titik perdagangan, mulai dari pasar hewan hingga lapak penjualan musiman.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan bebas dari penyakit menular.

Pengawasan dilakukan secara intensif melalui inspeksi langsung oleh tim kesehatan hewan. Petugas melakukan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel secara acak terhadap sapi dan kambing yang diperjualbelikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, Zulfa, mengatakan peningkatan aktivitas jual beli ternak menjelang Iduladha menjadi perhatian serius pihaknya.

“Mobilitas ternak meningkat signifikan menjelang Iduladha. Karena itu, kami menurunkan tim ke berbagai pasar hewan, termasuk di wilayah kepulauan, untuk memastikan kesehatan ternak tetap terjaga,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga :  Utamakan Keselamatan Publik, DLH Pangkas Dahan Rawan di Gerbang Pemkab Sumenep

Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada pasar tradisional, tetapi juga menyasar lapak-lapak penjualan dadakan yang kerap muncul di pinggir jalan maupun kawasan permukiman.

“Lapak musiman juga kami awasi secara ketat. Kami tidak ingin ada ternak yang tidak layak atau berpenyakit masuk ke pasar kurban,” tegasnya.

Dari hasil pemantauan sementara, DKPP memastikan kondisi ternak di Sumenep masih tergolong aman. Tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

“Hasilnya cukup menggembirakan. Tidak ada temuan ternak yang terindikasi PMK atau LSD. Artinya, ketersediaan hewan kurban di Sumenep dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan hingga puncak Iduladha. DKPP juga memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mencegah potensi penyebaran penyakit dari luar daerah.

DKPP turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan.

“Keterbatasan petugas menjadi tantangan, sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Jika ada ternak yang terlihat sakit, segera laporkan kepada kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan asal hewan.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tenang saat berkurban. Hewan yang disembelih harus benar-benar sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syariat dan standar kesehatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil risiko dengan menjual ternak yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Baca Juga :  Haul ke 48 KH Abdul Mannan, Spirit Pengabdian Hidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren

“Keuntungan tidak boleh mengorbankan keselamatan. Kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran,” tandasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadi Kado Istimewa Hari Jadi ke 757, Pemkab Sumenep Borong 6 Penghargaan Wilwatikta Awards 2026
Usai Apel, ASN Sumenep Diajak Biasakan Hidup Sehat, Sekda: Jangan Hanya Disiplin Bekerja!
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha
Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:10 WIB

Usai Apel, ASN Sumenep Diajak Biasakan Hidup Sehat, Sekda: Jangan Hanya Disiplin Bekerja!

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB