HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengarahkan kebijakan baru di sektor pertanian melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Program ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan dominasi lahan kering dan keterbatasan sumber air, sekaligus mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih produktif, modern, dan berorientasi pasar.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menegaskan bahwa HDDAP tidak sekadar proyek pengembangan komoditas, melainkan bagian dari upaya menyeluruh dalam membenahi sistem pertanian daerah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin petani tidak lagi bergantung pada pola lama yang rentan terhadap perubahan iklim. Melalui HDDAP, dilakukan intervensi teknologi, perbaikan manajemen budidaya, hingga penguatan kelembagaan petani secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga :  DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama program ini adalah penerapan teknologi irigasi hemat air serta pendampingan intensif bagi kelompok tani. Hal ini dinilai penting mengingat karakteristik wilayah Sumenep yang didominasi lahan kering dengan ketersediaan air terbatas.

Selain itu, DKPP juga menyiapkan penguatan rantai pasok agar hasil produksi petani tidak terjebak dalam fluktuasi harga pasar.

“Kami dorong setiap klaster terhubung dengan pasar, baik melalui kemitraan maupun penguatan distribusi lokal. Jadi tidak berdiri sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menilai HDDAP sebagai instrumen penting untuk menjawab persoalan struktural di sektor pertanian.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

“HDDAP dirancang agar petani tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki akses terhadap teknologi, kelembagaan yang kuat, serta pasar yang jelas,” tegasnya.

Sumenep sendiri menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan intervensi program ini. Tiga komoditas strategis ditetapkan sebagai fokus pengembangan, yakni pisang, cabai, dan bawang merah, komoditas bernilai ekonomi tinggi yang dinilai adaptif terhadap lahan kering.

Pengembangannya dilakukan berbasis potensi wilayah. Komoditas pisang difokuskan di Kecamatan Batuputih seluas 32,53 hektare dalam dua klaster. Cabai dikembangkan di Kecamatan Ambunten dan Rubaru, dengan Ambunten mencakup dua klaster seluas 62,87 hektare, sedangkan Rubaru memiliki 16 klaster yang diproyeksikan menjadi sentra produksi baru.

Adapun bawang merah dikembangkan di Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan. Di Guluk-Guluk, luas pengembangan mencapai 49,77 hektare dalam empat klaster, sementara di Pasongsongan seluas 53,94 hektare dalam tujuh klaster.

Pola klaster ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat jaringan distribusi hasil pertanian.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian di Sumenep tidak lagi dipandang sebagai sektor subsisten, melainkan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Baca Juga :  Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

“Dengan strategi yang terarah dan berbasis potensi lokal, lahan kering yang selama ini dianggap sebagai keterbatasan justru bisa menjadi kekuatan baru,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha
Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan
Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan
Bahas APBD 2027, DPRD Sumenep Siapkan Arah Pembangunan Daerah
Usai Dilantik, Wabup Sumenep Minta 129 Kepala Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kuasai Teknologi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar

Berita Terbaru

Poster DPO Polresta Sumenep (Dok. Istimewa)

Hukum & Kriminal

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:33 WIB