MBG Diduga Basi, Warga Marengan Daya Nilai Program Presiden Tercoreng

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: MBG yang disajikan SPPG Marengan Daya, kepada siswa diduga basi (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: MBG yang disajikan SPPG Marengan Daya, kepada siswa diduga basi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, menuai keluhan serius dari warga.

Seorang wali murid berinisial SA mengaku menerima makanan yang diduga tidak layak konsumsi dari SPPG Marengan Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berkarya.

Keluhan tersebut mencuat sejak Selasa, 26 Januari 2026 lalu, setelah menu MBG yang diterima berupa mie goreng dengan lauk ayam berbau menyengat serta buah salak dalam kondisi busuk.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

SA menyebut, persoalan kualitas makanan itu bukan kejadian tunggal, melainkan telah berlangsung sejak sekitar sepekan operasional awal dapur MBG tersebut.

“Bau ayamnya sangat menyengat dan jelas tidak wajar untuk dimakan. Buah salaknya juga busuk. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi program ini ditujukan untuk memenuhi gizi masyarakat,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima

Menurut SA, kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan utama program MBG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

Ia menilai, kelalaian dalam pengolahan dan distribusi makanan justru berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap program nasional tersebut.

“Kalau makanan seperti ini terus dibagikan, bukan hanya menurunkan kepercayaan warga, tapi juga membahayakan kesehatan penerima manfaat,” tegasnya.

SA mendesak agar pengelola SPPG Marengan Daya segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi makanan. Ia juga meminta instansi terkait turun tangan untuk melakukan pengawasan ketat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Marengan Daya dari Yayasan Bakti Bunda Berkarya, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyaluran makanan tidak layak konsumsi tersebut. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya pada Momentum Hari Jadi Sumenep ke 757
Jelang Hari Jadi ke 757, Sumenep Kenang Jasa Raja-Raja dan Tokoh Besar Madura
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya pada Momentum Hari Jadi Sumenep ke 757

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Jelang Hari Jadi ke 757, Sumenep Kenang Jasa Raja-Raja dan Tokoh Besar Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB