Melalui AK1, Disnaker Sumenep Optimis Kurungi Pengangguran

- Redaksi

Selasa, 15 April 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MENYAMPAIKAN: Pejabat yang membidangi penempatan kerja di Disnaker Sumenep, Eko Kurniawan saat ditemui di ruang kerjanya (Doc.Seputar Jatim)

MENYAMPAIKAN: Pejabat yang membidangi penempatan kerja di Disnaker Sumenep, Eko Kurniawan saat ditemui di ruang kerjanya (Doc.Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep, Madura, Jaw Timur, tengah menjalani transformasi mendasar.

Lembaga yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tempat mengurus kartu kuning atau AK1, perlahan bakal mengubah citranya menjadi institusi strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka pengangguran.

Diketahui, sejak awal tahun 2024 hingga Maret 2025, sebanyak 539 orang telah mengajukan AK1. Rinciannya, 490 pemohon tercatat sepanjang 2024, dan 49 lainnya di awal 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun bagi Disnaker, angka itu bukan sekadar data administratif. Mereka akan menjadikannya sebagai bahan dasar untuk menyusun strategi pengurangan pengangguran di daerah.

Baca Juga :  Tari Muang Sangkal Warnai Penyambutan Kapolres Sumenep yang Baru

“AK1 ini hanya langkah awal. Kami tidak ingin berhenti hanya pada proses pendaftaran. Tugas kami adalah membuka jalan menuju lapangan kerja yang nyata,” kata Pejabat yang Membidangi Penempatan Kerja di Disnaker Sumenep, Eko Kurniawan. Selasa (15/4/2025).

Sadar akan pentingnya konektivitas, lanjut dia, Disnaker mulai aktif menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, dari skala lokal hingga nasional.

Tak berhenti di situ, ia juga menggandeng Bursa Kerja Khusus (BKK) di sejumlah sekolah kejuruan untuk memperluas akses informasi bagi siswa dan lulusan baru.

“Kami dorong perusahaan untuk melaporkan info lowongan kerja ke kami. Bukan untuk mengontrol, tapi agar infonya bisa cepat menyebar ke masyarakat, termasuk lewat kanal digital yang kami kelola,” jelasnya.

Salah satu langkah penting yang juga sedang dikuatkan adalah keakuratan data pencari kerja. Setiap pengajuan AK1 diwajibkan melalui proses validasi, sehingga profil pencari kerja bisa lebih terpetakan.

Dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja bisa dilaporkan ke tingkat provinsi dan nasional secara lebih tepat.

“Kalau datanya rapi dan jelas, maka perencanaan tenaga kerja juga bisa lebih tajam. Ini jadi bagian dari kontribusi kami untuk menekan pengangguran terbuka,” bebernya.

Menariknya, sebagian besar pemohon AK1 berasal dari usia produktif dan lebih memilih bekerja di sektor industri lokal.

Baca Juga :  Sempat Dapat Protes, DKUPP Sumenep dan Satpol PP Bongkar Paksa Lapak PKL di Desa Pabian

Lanjut iaa menegaskan, tren ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai realistis dan tidak lagi terpaku pada impian kerja di kota besar atau luar negeri.

” Bahkan Disnaker juga terlibat aktif dalam membantu sekolah menengah kejuruan, baik negeri maupun swasta, dalam penyusunan program sertifikasi kerja,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan agar lulusan SMK tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga punya nilai tambah saat bersaing di pasar kerja.

“Sekolah-sekolah ini punya semangat, tapi kadang kesulitan membangun relasi dengan perusahaan besar. Nah, kami masuk di situ. Kami punya koneksi, bahkan hubungan personal dengan pelaku industri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Eko menambahlan, melalui pendekatan yang menyeluruh dari pencatatan, validasi, pendampingan sekolah, hingga perluasan jaringan dengan dunia usaha.

Sementara, Disnaker Sumenep tetap menunjukkan komitmennya untuk menjadi penghubung konkret antara pencari kerja dan lapangan kerja.

Sebagai bagian dari rencana besar itu, Disnaker juga sedang mempersiapkan event Sumenep Job Fair yang dijadwalkan berlangsung pada September 2025.

Acara tersebut diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung dalam satu tempat.

“Yang kami kerjakan bukan sekadar mencatat angka. Ini soal membantu masa depan masyarakat Sumenep. Kami ingin tetap bergerak dan menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen
Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Cabut Izin 5 Tempat Usaha yang Diduga Jadi THM 
Di Balik Raih WTP Kesembilan, DPRD Titip Pesan Penting untuk Pemkab Sumenep
Lewat Pekan Seni Madura X, Sanggar Lentera Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Dunia Seni
Inovasi Sumenep Makin Dilirik, Pemprov NTB Datang Menimba Pengalaman
Hari Bhayangkara ke-80, Momentum Perkuat Sinergi Demi Sumenep Kondusif

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:10 WIB

Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:29 WIB

Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

Senin, 6 Juli 2026 - 15:16 WIB

Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:46 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Cabut Izin 5 Tempat Usaha yang Diduga Jadi THM 

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:10 WIB

Lewat Pekan Seni Madura X, Sanggar Lentera Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Dunia Seni

Berita Terbaru