Pembangunan Kios Pasar Anom Sumenep Diduga Sebabkan Banjir, Pemilik Toko Rugi Puluhan Juta Rupiah

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 13:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TOKO: Kios di Pasar Anom alami kebanjiran akibat pemabangunan yang diduga asal asalan (Doc. Seputar Jatim)

TOKO: Kios di Pasar Anom alami kebanjiran akibat pemabangunan yang diduga asal asalan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pembangunan deretan kios baru yang dilakukan pihak Pasar Anom Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga memicu banjir besar dan menyebabkan kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.

Pemilik Toko Alam Subur, Winda K. Lestari menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut bermula ketika area samping tokonya yang sebelumnya masih berupa tanah kosong mulai dibangun kios oleh pihak Pasar Anom.

Sebelumnya, dirinya telah memasang galvalum penutup di sisi bangunan sedikit melewati batas tanah miliknya, namun tetap tanpa mengganggu pihak lain.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah muncul ketika pembangunan kios baru ditempelkan langsung ke bangunan toko, bahkan dengan posisi lebih tinggi.P ekerja proyek diduga memotong galvalum milik Winda tanpa izin, serta memasang talangan air secara asal-asalan dengan alasan telah mendapat persetujuan Kepala Pasar.

Akibat pemasangan talangan yang dinilai tidak sesuai standar dan tanpa perhitungan elevasi bangunan, pada Kamis (20/11) pagi. Toko dan gudang milik Winda dilanda banjir, sehingga aktivitas perdagangan terganggu total.

Baca Juga :  LAM-PTKes Lakukan Assessment, Prodi Gizi UNT Sampang Siap Jadi Pusat Pendidikan Gizi Terdepan di Madura

“Tidak bisa melayani pelanggan dari pagi sampai siang karena harus menguras air dan menahan banjir. Dua nota pembelian senilai hampir Rp70 juta dibatalkan pelanggan karena barang tidak bisa dikirim tepat waktu. Barang dagangan di gudang juga rusak dengan kerugian mencapai puluhan juta,” ungkapnya, saat dimintai keterangan, Jumat (21/11/2025).

Lanjut ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Pasar Anom, namun tidak mendapat tindak lanjut memadai.

Ia menyampaikan, bahwa Kepala Pasar menyebutkan persoalan tersebut adalah tanggung jawab kontraktor. Meski dijanjikan akan meninjau lokasi, Kepala Pasar tidak kunjung hadir.

“Yang datang hanya pekerja proyek dan itu pun hanya untuk memperbaiki talangan kecil yang jelas tidak mampu menahan debit air. Karena tidak ada itikad baik, kami akhirnya memanggil tukang sendiri untuk mengganti talangan dengan ukuran yang lebih layak,” ujarnya.

Bahkan Winda, menilai tindakan memotong galvalum tanpa izin serta pemasangan talangan sembarangan sebagai bentuk pelanggaran dan perusakan terhadap properti pribadi, mengingat bangunan toko adalah milik pribadi dan bukan bagian dari kompleks pasar.

Hingga berita ini diturunkan, pemilik toko masih menunggu pertanggungjawaban resmi dari pihak Pasar Anom maupun kontraktor terkait kerugian yang dialaminya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Anom Baru Sumenep, belum memberikan tanggapan atas persoalan ini.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat tidak mendapat respons, bahkan pesan yang dikirim belum terbaca hingga saat ini.

Baca Juga :  Terkuak! Dugaan Pemotongan PKH di Sumenep, Warga Bongkar Selisih Jutaan Rupiah hingga Minta Usut Tuntas

Sikap tanpa jawaban tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan pedagang yang menunggu kejelasan mengenai pembangunan kios baru dan dugaan pemotongan galvalum milik warga. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Pribadi Angkut Pertalite Pakai Jeriken di SPBU Kolor Sumenep, Sulaisi: Ini Harus Diawasi
Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep
APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual
Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen
Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus
Semarak HUT ke-81 RI, DWP RSUDMA Sumenep Sabet Gold Lomba Lagu Daerah Nusantara
Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Ramaikan Panggung Promosi Sumenep

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:58 WIB

APSI Minta Industri Rokok Buka Pasar Lebih Luas, Petani Madura Tak Boleh Kesulitan Menjual

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Lakpesdam dan LPBH NU Temui Kapolresta Sumenep, Desak THM yang Langgar Aturan Ditutup Permanen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Warga Kepulauan Sumringah, Jalan Jathe Lanjheng Kangean Kini Mulus

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB