Terkuak! Dugaan Pemotongan PKH di Sumenep, Warga Bongkar Selisih Jutaan Rupiah hingga Minta Usut Tuntas

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 17:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERDATANGAN: Warga Pakondang mulai mendatangi bank penyalur untuk mencetak rekening koran sebagai bukti resmi (Doc. Seputar Jatim)

BERDATANGAN: Warga Pakondang mulai mendatangi bank penyalur untuk mencetak rekening koran sebagai bukti resmi (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dugaan praktik pemotongan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin mengemuka.

Sejumlah warga yang merasa janggal dengan jumlah bantuan yang diterima, mulai mendatangi bank penyalur untuk mencetak rekening koran sebagai bukti resmi.

Langkah itu dilakukan setelah banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapati adanya ketidaksesuaian antara nominal bantuan yang masuk ke rekening dengan uang tunai yang diserahkan oleh pihak yang membantu pencairan. Temuan tersebut membuat warga terkejut, sebab selisihnya mencapai jutaan rupiah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai dugaan praktik pemotongan ini tidak hanya merugikan KPM, tetapi juga menyakiti rasa keadilan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah tersebut.

Dugaan itu mulai menguat ketika sejumlah penerima menemukan selisih mencolok setelah mencetak rekening koran.

Seorang KPM berinisial SM, warga Dusun Pakondang Daya, mengaku hanya menerima Rp800 ribu untuk periode September–November 2025. Namun, dalam rekening bank tercatat bantuan sebesar Rp3,45 juta.

Baca Juga :  Menu MBG di Pragaan Diduga Basi dan Tak Layak Konsumsi, Guru Unggah Protes di Media Sosial

Hal serupa dialami HN yang hanya menerima Rp1,2 juta, sementara rekeningnya menunjukkan angka Rp2,55 juta.

“Uang dikasihkan langsung oleh ketua kelompok (Rahema). Kami tidak pernah pegang struk ATM. Setelah dicek, ternyata bantuannya jauh lebih besar,” ujar HN saat ditemui media ini, Kamis (21/11/2025).

Warga menduga praktik ini sudah berlangsung lama. Namun keberanian untuk bersuara baru muncul setelah beberapa KPM memeriksa saldo secara mandiri dan menemukan selisih besar.

Dugaan lain muncul pada bantuan milik KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah, Kampung Balang. ATM milik S diduga dikuasai oleh oknum berinisial MH.

“Kartu ATM KPM dipegang. Dicairkan tanpa sepengetahuan pemilik, lalu uangnya dikasih tidak sesuai jumlah yang masuk,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

S mengaku hanya menerima Rp2,1 juta. Namun setelah isu pemotongan mencuat, MH tiba-tiba datang memberikan tambahan Rp2,5 juta, mengklaim itu sebagai “bantuan susulan”. Aksi ini justru dinilai warga sebagai tanda ketakutan dan memperkuat dugaan penggelapan.

Situasi ini membuat warga resah dan mendesak pemerintah desa, pendamping PKH, hingga Dinas Sosial Kabupaten Sumenep untuk turun tangan dan melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Kami hanya ingin hak kami diberikan utuh. Kalau ada oknum yang bermain, harus diproses hukum,” ujar salah satu KPM.

Tokoh pemuda Desa Pakondang, Imam Kachonk, turut mengecam keras dugaan praktik tersebut.

Baca Juga :  Rektor Cup I UPI Sumenep Jadi Tonggak Baru Pembinaan Atlet Muda Madura

“Ini perbuatan sangat keji, tidak bermoral, dan menzalimi masyarakat miskin,” tuturnya.

Ia menegaskan, bahwa bansos adalah hak penuh warga miskin yang tidak boleh dijadikan ladang permainan oknum tertentu.

“Kalau ada yang berani mengambil hak orang miskin, itu tindakan kriminal. Tidak ada alasan untuk membiarkannya,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua IWO Sumenep itu juga memastikan, bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Kami minta kepada pihak terkait mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya, tidak boleh ada siapapun yang bermain di atas penderitaan masyarakat kecil,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan
Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep
Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya
Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?
Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas
Sidang Korupsi BSPS di Sumenep Masuk Babak Penentuan, 6 Terdakwa Siap Diperiksa
Polemik Kades Meddelan, Camat Lenteng Terkesan Biarkan Sejumlah Pelanggaran
Kasus Penganiayaan di Lenteng Naik Status, Keluarga Korban Akhirnya Dapat Titik Terang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Memasuki Fase Akhir, 5 Terdakwa Segera Hadapi Putusan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:44 WIB

Istri Sah Gerebek Suami Bersama Wanita Lain di Rumah Kos, Kasus Bergulir ke Polresta Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WIB

Selangkah Lagi ke Meja Hijau, Kejari Sumenep Genjot Berkas Korupsi DD Kades Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:27 WIB

Sidang Tuntutan Korupsi BSPS Digelar, Akankah Penyebutan Nama Oknum DPRD Sumenep Ditindaklanjuti?

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:44 WIB

Puluhan Pohon Jati Aset Desa Nonggunong Diduga Ditebang Ilegal, Pj Kades Minta Polisi Usut Tuntas

Berita Terbaru