Pemprov Jatim Gerak Cepat Kirimkan Tim dan Bantuan ke Jember

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2020 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.(Fahmi/SJ Foto)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.(Fahmi/SJ Foto)

JEMBER, seputarjatim.com- Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan aksi cepat tanggap atas dua kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Jember dengan mengirim tim dan bantuan logistik serta peralatan berat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan turun langsung meninjau lokasi bencana longsor di Jalan Sultan Agung, Selasa (3/3) tengah malam hingga dini hari. Disambut oleh Bupati Jember Faida dan forkopimda Jember beserta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII , Ahmad Subki, Gubernur Khofifah tiba di lokasi tepat pukul 00.12 WIB.

Begitu tiba, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu segera mengadakan rapat penanganan ruko ambruk dan jalan ambles di Jalan Sultan Agung Kabupaten Jember.

“Saya juga bersama tim sudah melakukan beberapa pembahasan soal Kali Jompo ini, karena posisi rukonya memang sudah berisiko tinggi hingga akhirnya saat intensitas hujan tinggi sebagian ruko ambruk ke sungai. Berbagai rekomendasi tim PUPR menunjukkan bahwa kita harus melakukan pembongkaran pada bangunan ruko di bantaran sungai yang tersisa sekaligus mengganti jembatan kali jompo ,” kata Khofifah usai peninjauan lokasi bencana.

Dari total 31 ruko yang ada di bantaran Sungai Kali Jompo, sepuluh diantaranya ambruk masuk ke badan sungai. Sedangkan 21 sisanya akan segera dilakukan pembongkaran dengan sistem merobohkan ke arah Jalan Sultan Agung.

Opsi ini harus diambil agar bangunan ruko tidak dirobohkan ke arah sungai karena membahayakan pemukiman yang ada di bawah sungai yang lebih rendah. Untuk itu, untuk sementara waktu, Khofifah meminta warga juga memaklumi jika Jalan Sultan Agung ditutup untuk perobohan dan evakuasi bangunan antara dua minggu sampai dua puluh hari.

Baca Juga :  Tiga Pemuda Pesta Sabu Ditangkap

“Pesan saya, alat berat yang digunakan untuk perobohan bangunan ruko tersisa maupun nanti untuk pengangkutan material, jangan sampai melebihi kapasitas kekuatan jalan. Karena di bawah jalan ini ada pipa PDAM yang mengaliri sekitar 3.000 pelanggan, jangan sampai ada pipa yang kemudian pecah sehingga mengganggu distribusi air bersih ,” kata Khofifah.

Di lapangan, total ada tiga unit eskavator yang beroperasi melakukan evakuasi reruntuhan material ruko. Juga ada breaker dan dumptruck serta crane. Hari ini, rencananya akan ada tambahan breaker dan crane yang didatangkan oleh Kementerian PU PR khusus untuk membantu mengevakuasi ruko yang ambruk ke badan sungai agar lebih mudah diangkut ke atas.

“Sejak pagi kemarin saya dan pak wagub berkoordinasi dengan Pak Subki, dan Kementerian PU PR agar penyelesaian bisa dilakukan secara integratif. Yaitu antara tim dari Pemkab, Pemprov dan Kementerian PU PR karena kewenanangannya memang berbeda beda,” terang mantan Menteri Sosial ini.

Dimana untuk sungainya memang menjadi kewenangan Pemprov, jalanya ada di bawah kewenangan BBPJN VIII, sedangkan ruko IMB nya dikeluarkan oleh Pemkab.

“Dari proses yang kami koordinasikan ini Insya Allah dapat kami lakukan secara bersana- sama pembersihan ruko sepanjang bantaran sungai jompo . Sekali lagi mohon masyarakat Jember memaklumi kalau Jalan Sultan Agung harus ditutup selama pengerjaan pembersihan di seputaran Kali Jompo,” tegas Khofifah.

Baca Juga :  Bupati Busyro Lantik 226 Kades Terpilih

“Untuk rencana penanganan permanennya, BBPJN VIII telah menganggarkan pekerjaan jalan tersebut dalam DIPA tahun 2020, saat ini masih dalam proses penyiapan DED oleh konsultan yang diperkirakan pelaksanaan pekerjaan fisiknya akan dilaksanakan pada bulan juli 2020. Sementara Pemerintah Provinsi melalui Dinas PU Sumber Daya Air mengusulkan untuk pembuatan tanggul sungai mengunakan sheet pile,” pungkas Khofifah.

Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir
Tidak hanya itu, bencana banjir yang terjadi di Desa Sumber Agung Kecamatan Sumberbaru dan merendam empat dusun pada hari Minggu (1/3) sore hari juga menjadi perhatian Pemprov Jawa Timur.

Banjiir akibat luapan air sungai itu mengakibatkan banjir di empat dusun dengan ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter. Empat dusun yang terendam banjir itu adalah Dusun Tambakrejo dengan 360 KK dan 1.312 jiwa terdampak, Dusun Banjarejo dengan 150 KK, 503 jiwa terdampak, Dusun Banjarejo Tengah dengan 127 KK, 350 jiwa terdampak, dan Dusun Banjarejo Timur dengan 107 KK, 390 jiwa terdampak.

“Kita akan memberi bantuan berupa logistik serta bronjong untuk memperkuat bantaran sungai. Serta kami juga mengirimkan sejumlah paket bantuan berupa jirigen, tenda gulung, family kids, kebersihan masyarakat, selimut, tikar, matras, siap saji, makanan penambah gizi, masker bagi warga masyarakat terdampak,” kata Khofifah. Selain itu BPBD Pemprov Jatim bersama BPBD Jember dan relawan juga mendirikan dapur umum. (mi/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep
DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi
SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG
Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG
Dinsos P3A Sumenep Perluas Satgas PPA ke Desa, Strategi Progresif Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep
Kerap Bermasalah hingga Sajikan MBG Berulat, Guru Desak Satgas Ajukan Penutupan SPPG Pakamban Laok 2 ke BGN

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 10:56 WIB

DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 21:24 WIB

Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

BERDIRI: DPRD Sumenep saat membuka rapat paripurna membahas Raperda 2026 (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:56 WIB