Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

BERBINCANG: Pameran produk UMKM binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) pada kegiatan Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta (Dok. Seputar Jatim)

BERBINCANG: Pameran produk UMKM binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) pada kegiatan Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta (Dok. Seputar Jatim)

NASIONAL, Seputar Jatim – Kangean Energy Indonesia (KEI) terus mendorong perluasan pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kepulauan Sumenep, melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).

Salah satunya dengan membawa produk UMKM Kerajinan Santigi asal Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam pameran UMKM pada kegiatan Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9) kemarin.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi produk kerajinan masyarakat kepulauan untuk dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang jaringan pemasaran baru.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

KEI melakukan pembinaan UMKM melalui pelatihan, dukungan peralatan produksi, pendampingan, serta promosi dan pemasaran. Hingga kini, puluhan UMKM telah menjadi mitra binaan KEI, khususnya di Kecamatan Sapeken dan Raas.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) industri hulu minyak dan gas bumi (migas), KEI menjalankan Program PPM untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, mengatakan keterlibatan UMKM binaan KKKS dalam pameran menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal kepada jaringan yang lebih luas.

“Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).

Sementara itu, Manager Public dan Government Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan perusahaan memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, pembinaan UMKM tidak hanya berupa bantuan awal, tetapi diarahkan agar pelaku usaha mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan.

“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya.

Baca Juga :  Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya

Ia menjelaskan, KEI juga melibatkan tenaga ahli dalam pendampingan untuk membantu meningkatkan kualitas produk hingga pemasaran.

“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” ujarnya.

Kampoi berharap keikutsertaan Kerajinan Santigi dalam pameran di Yogyakarta dapat menambah pengalaman dan motivasi pelaku usaha untuk mengembangkan pemasaran serta inovasi produk.

“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” katanya.

Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat, mengatakan produk kelompoknya kini telah dipasarkan ke sejumlah wilayah dengan omzet sekitar Rp4 juta per bulan.

“Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkapnya.

Produk yang dibuat antara lain miniatur kapal, miniatur samurai, dan gelang. Konsumen juga dapat memesan produk sesuai desain atau kebutuhan melalui sistem pre-order.

“Kalau untuk gelang, stoknya selalu ready,” jelasnya.

Namun, pemasaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan akses internet di wilayah kepulauan. Meski demikian, kelompok tetap memanfaatkan media sosial untuk promosi.

“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Siapkan 30 Hektare untuk Pengembangan KEK Tembakau Madura

Kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Sebelum mendapat pembinaan, masyarakat Desa Pagerungan Besar sebenarnya sudah memiliki keterampilan membuat kerajinan, tetapi terbatasnya peralatan menjadi kendala dalam meningkatkan produksi.

Melalui pembinaan KEI berupa pelatihan, bantuan peralatan, pendampingan, serta promosi, kelompok tersebut terus mengembangkan usahanya.

Saat ini Kerajinan Santigi dikelola enam anggota secara berkelompok.

“Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” tuturnya.

Pembagian pekerjaan dilakukan sesuai keterampilan. Anggota laki-laki umumnya menangani pembentukan model kerajinan, sedangkan anggota perempuan mengerjakan penghalusan hingga finishing.

Kegiatan produksi juga melibatkan pelajar sebagai bagian dari proses mengenalkan dan mewariskan keterampilan kerajinan kepada generasi muda.

“Bahkan anak sekolah juga ada yang ikut kerja,” ungkapnya.

Untuk mendukung produksi, kelompok kini menggunakan sejumlah peralatan seperti gerinda dan bor yang merupakan bagian dari bantuan KEI.

Sementara bahan baku yang digunakan adalah kayu santigi dan kayu hitam.

“Kayu bahan produk kerajinan kami menggunakan kayu santigi dan kayu hitam. Kayu tersebut memiliki pori-pori dan kepadatan yang sangat bagus,” tandasnya.

Keikutsertaan Kerajinan Santigi dalam pameran di Yogyakarta menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk UMKM kepulauan Sumenep ke pasar yang lebih luas. Pembinaan berkelanjutan diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, inovasi, serta pemasaran. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik
Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas
Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 
Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa
Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 2,2 Kg Sabu di Bandara SSK II, Kurir Ditangkap Jaringan Diburu
SKK Migas dan TNI Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Bentengi Ketahanan Energi Nasional dari Berbagai Ancaman
Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, Usai Dicopot dari Kepala BGN

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Al-Quran Diduga Jadi Materi Promosi Alkohol, Wamenag: Harus Ada Konsekuensi Tegas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Jelang HUT ke 14, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah 16 

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Jelang Pemeliharaan Oprit Jembatan, Hutama Karya Uji Skema Contraflow di Tol Binjai-Langsa

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:28 WIB

Harvick Hasnul Qolbi Disebut Sosok Ideal Jadi Mendag di Tengah Gejolak Perdagangan Global

Berita Terbaru