Rayakan HUT Ke-76, PT. Garam Launching 3 New Produk

News97 Dilihat

Sumenep,Seputarjatim.com,-PT. Garam (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 secara meriah yang bertempat di Kantor Pusat PT Garam (Persero) di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu (31-10-2021)

HUT ke 76 PT Garam (Persero) tahun ini bertemakan ‘One Step Aherd 13 Oktober 1945 – 13 Oktober 2021’. Semarak perayaannyapun bertepatan dengan Hari Jadi ke 752 Kota Sumenep.

Pada perayaan HUT ke 76 PT Garam (Persero) tahun ini dibingkis dengan Soft Launching New Product. Yaitu melaunching produk baru soal garam pangan, farmasi, dan obat-obatan. Dimana, berbicara garam tidak hanya soal pangan, akan tetapi berfungsi sebagai kegunaan garam lainnya.

“Perayaan HUT PT Garam (Persero) yang ke 76 sangat berarti. Saya memaknainya itu sebagai capaian perubahan yang luar biasa. Karena dari sekian lama launching produk ini baru ada,” ujar Komisaris Utama PT Garam (Persero), Eniya Listiani Dewi, kepada awak media. Minggu (31/10).

IMG 20211031 WA0041IMG 20211031 WA0042IMG 20211031 WA0044IMG 20211031 WA0043

Eniya melihat, kesempatan kali ini banyak melihat perubahan yang terjadi. Dimana, direksi bisnisnya telah menoreh perubahan-perubahan bottom line.

“Dulu, kita tidak tahu marketnya siapa, konsumen kita berbuat apa, itu tidak terbaca. Nah, sekarang sudah mulai belajar mengidentifikasikan produknya yang mau dibuat apa, targetnya apa,” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Kadisdik Sumenep, Raja Hantu: Jelaskan Kepada Publik Jangan Ada Yang Ditutup-Tutupi

Selain itu, menurutnya ada perubahan lain, yakni PT Garam (Persero) bisa bergerak ke ranah yang lebih tinggi, diantaranya go internasional maupun go global.

Meski begitu, dia mengatakan, jika selama ini perubahan yang ada baru di tingkat lokal. Sebab itu, dengan adanya banyak rencana dari mulai peningkatan kualitas, produktivitas dan disersivikasi produk bisa mendongkrak kemajuan PT Garam (Persero) ke depan.

“Harus mulai ada. Produknya yang nanti bisa jual garam farmasi, dan garam berbagai macam, bahkan ke obat nantinya. Karena turunan garam lain itu banyak. Nah, kita mulai menata, dari bahan baku pun bisa dipakai berbagai tempat, bisa di jual ke sektor tidak hanya aneka pangan, tapi bisa pertambangan dan bahan yang lain lagi,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, sektor garam semakin meluas. Tentu tantangan pasar semakin terbuka, oleh karena itu pihaknya meminta agar banyak inovasi baru yang harus diciptakan oleh pegawainya.

“Saya sangat surprise, karena kemarin ada inovasi teknologi yang diakui oleh Holding dan ini benar-benar inovasi dari dalam. Jadi SDM-nya saya rasa sudah sangat melek teknologi dan mereka punya kritikal thinking yang bagus, juga kreativitas,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Garam (Persero), Achmad Ardianto, mengucapkan rasa syukur yang sangat luar biasa dengan bertambahnya umur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Sebab menurutnya, untuk membangkitkan semangat dari apa yang sudah lakukan tentu dengan rasa syukur, dan terus berjuang ke depan.

“Intinya rasa syukur bahwa PT Garam (Persero) bisa melewati tahun-tahun yang berat hingga sekarang usia ke 76. Tapi rasa syukur itu tentu diharapkan bisa tertuang dalam suatu karya nyata, ini yang harus kita rintis ke depan,” kata Ardianto.

Masih kata Ardi, Penjualan volume presentasenya sudah mencapai 130 persen dari tahun lalu. Diperkirakan, hingga akhir tahun 2021 bisa mencapai 170 persen, Kendati demikian, menurutnya pencapaian itu tidaklah mudah. Sebab dari kondisi yang sangat berat sekali, yakni harga garam yang saat ini mulai turun. Dari sini, kata dia, harga penjualan bisa jatuh alias terjun bebas.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Wajibkan Seluruh Puskesmas Kelola Website

“Itu pun volumenya masih sedikit. Saya pikir kita harus sama-sama disini. Artinya, kalau PT Garam (Persero) susah, pastinya para petani tambah susah, pasti begitu,” paparnya.

Pihaknya berharap agar semuanya bisa berusaha untuk bersabar, dan berhemat. Memastikan bisa bertahan saja, kata dia, itu sudah bagus. Dirinya berharap agar petani garam bisa terus di tengah semangat untuk upaya melakukan perubahan.

“Petani garam justru harus semangat membuat garam. Kuncinya tentu di harga dan kualitas,” tutupnya. (Bambang)

Komentar