Disinyalir Tabrak Aturan, Penyaluran Dana Kapitasi Disorot

- Redaksi

Sabtu, 24 September 2022 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Bank BPRS Bhakti Sumekar sebagai penyalur dana Kapitasi puskesmas

Foto:Bank BPRS Bhakti Sumekar sebagai penyalur dana Kapitasi puskesmas

SUMENEP, seputarjatim.com–Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sumenep, yakni Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar mendapat sorotan lantaran dinilai lancang dan melampaui kewenangan Bupati Sumenep Achmad Fauzi terkait penyaluran Dana Kapitasi Puskesmas Se-Kabupaten Sumenep.

Adalah Bagus Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) yang mengungkap dugaan pelanggaran aturan penyaluran Dana Kapitasi yang disalurkan oleh bank BPRS Bhakti Sumekar tersebut.

SEJAK 2021 PEMBAYARAN JASA PELAYANAN (JASPEL) KESEHATAN SEBANYAK ENAM PULUH PERSEN DARI DANA KAPITASI PUSKESMAS DI SUMENEP DISALURKAN MELALUI BPRS BHAKTI SUMEKAR,” Jelas Bagus Junaidi.

Sepintas, kata Edi LAKi, memang terlihat tidak ada yang keliru pada pembayaran Jaspel Dana Kapitasi melalui bank. Dimana kini memang diwajibkan transaksi non tunai untuk setiap anggaran negara yang digunakan atau dikeluarkan.

TETAPI DISINILAH INDIKASI PELANGGARAN ATURAN TERJADI, KARENA DITUNJUKNYA BPRS BHAKTI SUMEKAR SEBAGAI PENYALUR JASPEL DARI DANA KAPITASI CACAT HUKUM,’ JELAS EDI LAKI.

Dalam aturan, Edi LAKi menjelaskan, pembukaan Rekening Dana Kapitasi dilakukan pada bank yang ditetapkan oleh bupati/wali kota sesuai dengan kewenangannya serta ada sandaran hukum sesuai regulasi yang berlaku, salah satunya yaitu Surat Ketetapan Bupati.

Baca Juga :  Sebut Mendapat Ijin Dari Anggota DPRD, Kades Di Sumenep Berani Tantang Petugas

SEKARANG TIDAK ADA SK BUPATI MENGENAI PENYALURAN JASPEL DANA KAPITASI LEWAT BPRS BHAKTI SUMEKAR. SILAHKAN DICEK APA BENAR APA TIDAK,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Kabag Hukum Pemkab Sumenep membenarkan apa yang disampaikan oleh aktivis LAKI tersebut bahwasanya tidak ada produk hukum berupa Surat Ketetapan Bupati Sumenep mengenai apa yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar tersebut.

“Iya benar, tidak ada Mas,” terang Hisbul Wathan singkat. Kamis (23/9).

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Hairil Fajar ketika dikonfirmasi di ruangan kerjanya menyatakan tidak ada yang keliru dengan pembayaran Jaspel Dana Kapitasi oleh BPRS Bhakti Sumekar.

“PEMBAYARAN INI (JASPEL DANA KAPITASI, RED) KAN PERSONAL JADI INI MURNI BISNIS,” DALIH FAJAR MENCOBA MENERANGKAN BAHWA TIDAK DIPERLUKAN SURAT KETETAPAN BUPATI PADA PELAKSANAANNYA.

Baca Juga :  Raker 2026, Ketua IWO Sumenep Ajak Anggota Tetap Solid: Tak Kompak, Silakan Mundur!

Ketika didesak apakah pihaknya sudah mempelajari aturan terkini terkait penggunaan Dana Kapitasi, ia mengaku masih akan mempelajarinya.

Sekedar informasi, Dana Kapitasi ialah sejumlah nominal pembayaran yang dibayarkan dimuka oleh BPJS Kesehatan kepada Puskesmas setiap bulannya.

Pembayaran itu berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Besaran Dana Kapitasi yang diterima setiap Puskesmas pun berbeda-beda tergantung jumlah penduduk yang ada di wilayah fasilitas kesehatan tersebut berada.

Yakni jumlah penduduk dikalikan sebesar Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah) sampai dengan Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) per peserta per bulan.

Di Kabupaten Sumenep, jumlah total keseluruhan Dana Kapitasi yang didapat semua Puskesmas setiap tahunnya mencapai angka dua puluh milyar rupiah.

Tercatat Puskesmas Saronggi sebagai penerima terbesar dan Puskesmas Batuan mendapat porsi terkecil. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama
Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah
IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:53 WIB

Mulai 2026, Bayar Pajak STNK Kendaraan Bekas Tak Wajib KTP Pemilik Lama

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

Tampil Mencolok di KPK, Haji Her Kooperatif Jalani Pemeriksaan

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Berita Terbaru