SUMENEP, Seputar Jatim – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah terus diperkuat. RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluncurkan inovasi medis berbasis teknologi modern melalui metode Radio Frequency Ablation (RFA) untuk penanganan tumor tiroid jinak.
Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan canggih kepada masyarakat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit besar di luar daerah.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, Erliyati, melalui Kepala Seksi Informasi, Erfin Sukayati, menegaskan bahwa kehadiran teknologi RFA merupakan wujud nyata transformasi layanan medis yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Radio Frequency Ablation adalah metode tindakan minimal invasif yang dirancang untuk memberikan solusi medis yang efektif tanpa harus melalui operasi besar. Prosedurnya cukup menggunakan jarum khusus dengan panduan teknologi, sehingga tingkat trauma pasien jauh lebih rendah dibandingkan tindakan bedah konvensional,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, keunggulan metode tersebut tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada efisiensi waktu dan kenyamanan pasien.
“Dengan RFA, proses tindakan berlangsung relatif singkat, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan, dan pasien umumnya tidak memerlukan rawat inap. Bahkan, dalam banyak kasus, pasien sudah dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu cepat. Ini tentu menjadi kemajuan besar dalam pelayanan kesehatan di daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, implementasi teknologi ini sekaligus menempatkan RSUD dr. H. Moh. Anwar sebagai salah satu fasilitas kesehatan progresif di Madura dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi mutakhir.
“Kami ingin memastikan masyarakat Sumenep dan sekitarnya memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang setara dengan rumah sakit di kota besar. Inovasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan,” tegasnya.
Selain penguatan layanan medis, RSUD juga mempercepat digitalisasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan. Berbagai sistem berbasis teknologi telah diterapkan, mulai dari antrean elektronik, pendaftaran poliklinik secara daring, hingga sistem pembayaran non-tunai melalui virtual account.
“Digitalisasi ini kami dorong untuk menyederhanakan proses layanan, meminimalkan waktu tunggu, serta memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan modern bagi pasien. Kami ingin pelayanan rumah sakit tidak lagi identik dengan antrean panjang dan proses yang rumit,” jelasnya.
Pengembangan layanan juga diarahkan pada perluasan spesialisasi medis. RSUD dr. H. Moh. Anwar tengah mempersiapkan sejumlah layanan baru, di antaranya Poli Nyeri, layanan kemoterapi, serta patologi anatomi.
Di sisi lain, penguatan fasilitas penunjang terus dilakukan dengan menghadirkan tambahan unit CT Scan serta layanan MRI guna menunjang ketepatan diagnosis.
“Keakuratan diagnosis adalah kunci utama dalam penanganan medis. Karena itu, kami terus melengkapi sarana penunjang agar setiap tindakan berbasis data medis yang komprehensif,” paparnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rumah sakit juga menghadirkan program “La Sehat” yang menyediakan fasilitas transportasi bagi pasien usai menjalani perawatan.
“Program ini kami hadirkan agar pelayanan tidak berhenti di ruang perawatan saja, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan. Kami ingin pasien merasa didampingi hingga benar-benar kembali ke rumah dengan aman,” tuturnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar optimistis dapat memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Madura.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan berinovasi. Tujuan utama kami adalah menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, modern, dan berorientasi penuh pada keselamatan serta kepuasan masyarakat,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









