SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menuai sorotan setelah seorang siswa melayangkan surat kepada Yayasan At-atta’awun.
Surat tersebut berisi kritik keras atas realisasi menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi karena sebagian telur puyuh yang dibagikan disebut dalam kondisi busuk, pada Sabtu (7/2) kemarin.
Dalam isi surat yang beredar, pihak sekolah menyampaikan keluhan secara tegas kepada penanggung jawab program.
“Kepada yang terhormat kepala MBG. Telur puyuhnya sebagian ada yang busuk, tolong diperhatikan,” tulis salah satu pesan yang dikutip dari laporan tersebut, Senin (9/2/2026).
Tidak hanya itu, suara keberatan juga datang dari siswa penerima manfaat. Dalam pesan sederhana namun menyentil, seorang siswa menulis. “Saya tidak mau telur busuk. Terimakasih salam kelas 5,” timpalnya.
Surat tersebut menjadi pukulan bagi pihak SPPG Legung Barat yang dinilai belum maksimal dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.
Program MBG yang seharusnya menjadi simbol perhatian terhadap gizi anak sekolah justru dipertanyakan integritas pelaksanaannya ketika dugaan makanan tidak layak konsumsi mencuat.
Sejumlah pihak menilai, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak.
Pengawasan bahan makanan, proses penyimpanan, hingga distribusi seharusnya dilakukan dengan standar ketat guna mencegah risiko kesehatan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari Kepala SPPG Legung Barat maupun pihak Yayasan At-atta’awun terkait isi surat tersebut. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









