Puting Beliung Terjang Sumenep, 188 Bangunan Rusak hingga Aktivitas Warga Terganggu

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPI: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, saat menyampaikan korban terdampak puting beliung (SandiGT - Seputar Jatim)

RAPI: Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, saat menyampaikan korban terdampak puting beliung (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Cuaca ekstrem kembali menerjang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hujan lebat disertai angin kencang yang diduga merupakan puting beliung mengakibatkan 188 bangunan milik warga mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas masyarakat lintas sektor.

Peristiwa tersebut terjadi secara cepat dan sporadis. Dalam waktu singkat, angin berkecepatan tinggi menyapu permukiman warga, menyebabkan atap rumah beterbangan, dinding bangunan roboh, serta sejumlah fasilitas umum tidak dapat difungsikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mencatat, dari total bangunan terdampak, sebanyak 185 unit merupakan rumah warga, dua kios usaha, dan satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah. Kerusakan didominasi pada bagian atap dan rangka bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy menjelaskan, bahwa pola kejadian menunjukkan karakteristik angin puting beliung yang dipicu hujan berintensitas tinggi serta perubahan tekanan udara secara ekstrem.

Baca Juga :  MBG Diduga Busuk Nyaris Dikonsumsi Siswa di Pasongsongan Viral di TikTok

“Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan memiliki ciri khas puting beliung. Dampaknya signifikan karena angin bergerak cepat dan langsung menghantam permukiman padat penduduk,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Wilayah paling terdampak berada di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, dengan 178 rumah warga dilaporkan rusak. Sebagian di antaranya dinilai tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.

Sementara itu, lanjut dia, Desa Pakangangan Tengah, Kecamatan Bluto, mencatat dua rumah warga terdampak.

Adapun Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, mengalami kerusakan pada lima rumah, dua kios usaha, serta satu ruang kelas madrasah yang menghambat kegiatan belajar mengajar.

Lanjut ia menyatakan, proses pendataan lanjutan dan verifikasi tingkat kerusakan masih terus berlangsung. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan skema bantuan serta langkah pemulihan pascabencana.

“Kami tidak hanya mencatat jumlah bangunan, tetapi juga tingkat kerusakannya. Ini penting agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD memprioritaskan keselamatan warga dan penanganan darurat, sembari mengantisipasi potensi kejadian serupa mengingat kondisi cuaca masih belum stabil.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai angin kencang, serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami meminta masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda cuaca ekstrem dan segera mencari tempat aman bila situasi memburuk,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Haji 2026, Wabup Sumenep Ingatkan Jemaah Siapkan Fisik dan Mental Secara Optimal
Haul ke 48 KH Abdul Mannan, Spirit Pengabdian Hidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren
Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media
Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WIB

Haul ke 48 KH Abdul Mannan, Spirit Pengabdian Hidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Berita Terbaru