Usai Bagikan Uang Di Masjid, Said Malah Ancam Warga,, Ini Masalahnya

News, Politik598 Dilihat

SUMENEP, seputarjatim.com -Anggota DPR-RI MH. Said Abdullah diketahui membagi-bagikan sejumlah bantuan uang tunai kepada 750 jama’ah Sholat Traweh di Mesjid Abdullah Syechan Baghraf, di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep pada tanggal 24/03/2023 atau pada hari ke-2 bulan puasa ramadhan 1444H.

Bantuan tersebut dinyatakan Said sebagai program partai untuk tujuan meringankan warga miskin ekstrim di Madura karena dinilai rentan menghadapi Idul Fitri yang biasanya akan diikuti dengan timbulnya inflasi yang dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pangan seperti Dilansir media medialiterasi.id.

Kendati demikian, aksi Said tersebut memantik reaksi negatif dari sejumlah warga karena dinilai sebagai bentuk money politic lantaran Bantuan tersebut ditaruh dalam amplop berwarna merah berlogo PDI-P dan foto Said Abdullah serta foto Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH., MH, yang juga merupakan ketua PDI-P Kabupaten Sumenep, sebagaimana di unggah oleh akun media sosial dengan nama anonim: @PartaiSocmed.

Baca Juga :  Kyai Muda Jawa Timur Merambah Wilayah Madura Sosialisasikan Ganjar Presiden 2024

Menanggapi framming akun medsos tersebut Said pun, sebagaimana dilansir oleh media unews.id, 26/03/2023, mengaku berang karena bantuan yang dikeluarkan pihaknya dinyatakan sebagai aktivitas rutin yang sudah biasa dilakukannya setiap tahun.

Selain itu, aksi tersebut diniatkan Said sebagai zakat mal dari pihaknya maupun kader-kadernya yang beragama muslim. Dan selain itu lagi, bantuan tersebut dilakukan diluar jadwal kampanye pemilu sehingga dinilai tidak ada kaitannya dengan kampanye.

“Diluar itu saya ini muslim, saya diwajibkan untuk zakat. Maka saya menunaikan zakat itu bersama para kader PDI Perjuangan se Madura dan sekaligus mengajak para Kepala Desa yang pasti tahu sentra kemiskinan eksrim warganya”, demikian tulis unews.id merilis keterangan Said Abdullah (26/03/2023).

Bahkan, Said sedang mempertimbangkan untuk mengambil jalan hukum kepada pemilik akun yang memframming negatif aksi bantuannya tersebut.

“Atas kelakuan akun anonym tersebut, yang menggiring seolah kegiatan yang kami lakukan melanggar hukum, kami akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap akun yang tidak bertanggungjawab, bersembunyi dibalik anonimitas, tetapi melempar kotoran kepada orang lain”, tulis unews.id.

Baca Juga :  Tawarkan Inovasi Usaha yang Menggiurkan, Mak Ganjar Jatim Bekali Warga Keterampilan Membuat Souvenir dari Akrilik

Sementara itu, menanggapi fenomena ketegangan Said dengan pemilik akun @PartaiSocmed, Kurniadi hanya terkekeh-kekeh. Bahkan, pihaknya menganggap perilaku Said sama sekali tidak mencerminkan figur pemimpin yang bijaksana. Belum dewasa alias seperti anak kecil.

Dikatakan Kurniadi, kata-kata Said dalam merespon pemilik akun, meski menggunakan frasa “akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum”, tetap tersirat ancaman terhadap pemilik akun.

“Meski frasanya menggunakan kata akan mempertimbangkan, maknanya itu ancaman serangan kepada pemilik akun, ya” Terang Kurniadi, pengacara yang populer dengan julukan Raja Hantu ini kepada wartawan melalui sambungan telponnya (27/03).

Sementara itu hingga berita ini tayang, Said Abdullah belum dapat dimintai keterangan terkait ancamannya terhadap warga pemilik akun @PartaiSocmed. (Red)

Komentar