Vidionya Mengandung Provokasi, PMII Sumenep Kutuk Pernyataan Camat Batang-Batang

PERISTIWA35 Dilihat

Sumenep,Seputarjatim.com,-Setelah vidionya viral di media sosial terkait pernyataan camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, yang meminta 16 kepala desa di wilayahnya untuk mencuri sapi milik warga yang tidak mau di vaksin terus menuai kecaman.

Kali ini kecaman itu datang dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep, yang mengutuk keras pernyataan camat yang dinilai sudah membuat resah warga Batang-Batang tersebut.

Ketua Umum PC PMII Sumenep, Qudsiyanto dalam rilisnya yang diterima media ini mengatakan, pernyataan bernada ancaman itu tidak layak disampaikan oleh seorang elite birokrasi, karena menyebabkan keresahan dan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

“Oleh karena itu PC PMII Sumenep mengutuk keras sikap reprensif yang secara sengaja ataupun tidak, disampaikan secara spontan atau sebatas bercanda oleh Aparatur Pemerintah.Hal ini tetap tidak layak, karena menyebabkan ketakutan ” terangnya. Selasa (17-08-2021)

Qudsiyanto menambahkan, hal itu jelas melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun tentang Etika ASN.

“Pernyataan tersebut jelas melanggar etika birokrasi. Dan berdasarkan pernyataan camat Batang-Batang tersebut, kalau bener Bupati seolah olah telah menggunakan tangan besinya dan bersikap otoriter terhadap masyarakat yang tidak mau divaksin. Ini jelas memerkosa nilai-nilai demokrasi,” tegasnya

Untuk itu, pihak PMII Sumenep menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, diantaranya :

1.Menindak dan memberikan sangsi tegas oknum ASN yang bersikap represif.

2.Mengevaluasi Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Batang-Batang.

3.Meminta oknum ASN tersebut mempertanggungjawabkan perihal narasinya yang meresahkan warga, baik dengan klarifikasi jumpa pers, klarifikasi video lengkapnya di hadapan publik (jika memang benar video tersebut hanya editan, potongan atau hanya sebatas bergurau) dan lain sebagainya.

4.Meminta Bupati Sumenep untuk menyampaikan keterangan perihal penyampaian oknum ASN tersebut, untuk memulihkan situasi yang semakin meresahkan masyarakat Sumenep.

“Jika tuntutan 1, 2, 3, dan 4 tidak diindahkan, maka PC. PMII Sumenep dan seluruh kader PMII se-Kabupaten Sumenep akan mendatangi Pemerintah Kabupaten Sumenep, guna meminta pertanggungjawaban atas tindakan ASN yang meresahkan seluruh masyarakat di Kabupaten Sumenep,” Pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, SH. MH dengan tegas tidak pernah menyuruh kepala desa agar mencuri sapi milik warga yang tidak mau divaksin, dirinya memastikan tidak pernah memberikan instruksi seperti itu kepada camat.

“Luruskan saja , Pakek logis saja ,kalau kita pastinya tidak akan memerintah yang gak masuk akal ,bisa di cek ke camat-camat yg lain, yang pasti kalau ada perintah pasti camat melakukan seperti itu semua,”paparnya

Diterangkan Fauzi, dirinya sudah memanggil dan menegur yang bersangkutan dan meminta untuk mengklarifikasi terkait vidio yang menuai banyak kecaman dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Secara birokrasi yang bersangkutan nanti akan di panggil oleh BKPSDM dan inspektorat, “pungkasnya.

Hal senada juga dipertegas oleh Arif Susanto, AP, M.Si selaku camat rubaru, dirinya bercerita bahwa memang betul Bupati Sumenep mengadakan zoom meting pada jumat (13-08-2021) diikuti Forkopimda,sebagian OPD, Forpimka dan kepala UPT Puskesmas terkait vaksinasi, namun Bupati tidak pernah memberikan instruksi seperti apa yang disampaikan oleh camat Batang-Batang.

“Bupati Sumenep waktu itu menyampaikan, maksimalkan vaksinasi yang ada di semua daerah, jadi bupati tidak pernah menyampaikan untuk menyuruh mencuri sapinya warga yang tidak mau di vaksin, ” Jelasnya

Lanjut Arif, selama mengikuti arahan dari Bupati, dirinya tidak pernah menerima perintah untuk menakut-nakuti Kepala Desa (Kades) dan masyarakat.malah Bupati menyuruh untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat mau di vaksin, bukan malah menakut-nakuti warga.

“Kami tegaskan kembali, tidak ada bahasa atau perintah dari bupati untuk nyuri sapi, silahkan cek kepada camat yang lain bahwasanya tidak ada perintah seperti itu,”tandasnya.(Bambang)

Komentar