SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak sekolah justru memicu kemarahan masyarakat di Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Madura, Jawa Timur.
Sebuah video keluhan wali murid viral di media sosial setelah memperlihatkan kondisi makanan MBG yang diduga busuk dan tidak layak konsumsi.
Dalam video yang beredar di TikTok pada Kamis (5/3), seorang wali murid dengan nada geram memperlihatkan paket MBG yang diterima anaknya.
Ia menyebut tempe yang dibagikan berbau menyengat, sementara ayam yang menjadi lauk utama diduga sudah rusak.
“MBG se Lenteng Bara’ ma’ gisru ya? Ma’ sampe’ bucco’ ya? Tempena bucco’ baceng. Ajema aga’ eolaanna riya, Arya tepote. Baceng ajema. Se naragi Lenteng Bara’, khususnya Gunung Malang Satu, Lenteng Barat Kecamatan Lenteng. Se naragi ka sakolaan As-Syafi’iah, MBG na bucco’… bucco’… bucco’ (MBG di Lenteng Barat kok kacau ya? Kok sampai busuk ya? Tempenya busuk dan bau. Ini ayamnya hampir keluar ulat, tampaknya ada putih-putihnya, bau ayamnya. Yang dibagikan ke sekolah As-Syafi’iah di Gunung Malang Satu. MBG-nya busuk… busuk… busuk, red),” keluhnya dalam video tersebut, Jumat (6/3/2026).
Diketahui, menu MBG tersebut didistribusikan oleh SPPG Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom.
Munculnya kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengawasan dapur MBG.
Dalam standar operasional program, setiap makanan yang akan didistribusikan seharusnya melalui proses pengecekan berlapis sebelum sampai ke sekolah.
Biasanya, menu yang akan dibagikan telah diperiksa oleh tim dapur yang terdiri dari ahli gizi, food handler, hingga chef yang bertanggung jawab atas kualitas dan keamanan makanan.
Jika prosedur pengecekan benar-benar dijalankan secara ketat, makanan dengan kondisi berbau, rusak, atau tidak layak konsumsi seharusnya tidak pernah keluar dari dapur produksi.
Karena itu, kasus ini tidak sekadar soal keluhan wali murid yang viral di media sosial. Persoalan ini menyentuh integritas sistem pengawasan dalam program MBG yang berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak.
Program MBG yang menggunakan anggaran besar seharusnya menjamin makanan yang aman, segar, dan layak konsumsi.
Ketika justru muncul dugaan makanan busuk beredar di sekolah, publik berhak mempertanyakan kinerja pengawasan dan tanggung jawab pihak pelaksana.
Hingga berita ini terbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Lenteng Barat maupun Yayasan Darul Arqom terkait keluhan yang viral tersebut. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









