Kadisdik Sumenep Tak Temui Masa Aksi GAMAS: Marak Pungli Dana BOS

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024 - 21:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

DITEMUI: GAMAS geruduk Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

DITEMUI: GAMAS geruduk Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep

SUMENEP, Seputar Jatim – Diduga melakukan pungutan liar (pungli) dana BOS Sekolah Menengah Pertama (SMP), Gerakan Aksi Mahasiswa Sumenep (GAMAS) geruduk Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Pungli ini diduga dilakukan dengan berbagai modus, hal tersebut terungkap setelah beredar foto tanda bukti pembayaran dari sekolah kepada MKKS,” tegas ketua koordinatir lapangan, Tolak Amir, Senin (29/7/2024).

Lanjut ia mengatakan, persoalan ini diduga bermula dari acara pertemuan kepala sekolah SMP swasta di Sumenep bersama pengurus MKKS dan perwakilan Dinas Pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Progam Santri Enterpreneur Tahun Ini Telan Anggaran Rp998 Juta

“Dalam acara tersebut dibahas beberapa hal terkait dengan sumbangan dan pengembalian dana BOS. Kejanggalan mulai muncul ketika Gerakan Aksi Mahasiswa Sumenep (GAMAS) melakukan investigasi ke beberapa sekolah yang ada di kabupaten setempat,” bebernya.

Lanjut ia menegaskan, bahwa menemukan bukti pembayaran berupa kwitansi dengan nominal jutaan rupiah tiap sekolah (Variatif) yang bertuliskan ‘pengembalian dana BOS tahun 2020 dan 2021’.

“Hal ini tentu janggal, karena seharusya pengembalian dana bos kepada kas Negara dilakukan sesuai prosedur, bukan malah dititipkan kepada MKKS,” jelasnya.

Lebih aneh lagi, sambung dia, pengembalian yang dimaksud tidak berdasarkan temuan lembaga terkait seperti Inspektorat atau Kejaksaan, MKKS justru mengarahkan sekolah untuk mengarang sendiri temuan-temuan apa yang harus dikembalikan dengan dalih Self Assessment (penilaian/evaluasi diri).

Baca Juga :  Achmad Fauzi Wongsojudo Kembali Raih Penghargaan Penggerak Ekonomi Masyarakat di Media Nasional

Pihaknya juga menemukan tanda bukti pembayaran sebesar Rp. 1.500.000 tiap sekolah kepada MKKS.

Kemudian, kata dia, Ketua MKKS SMP Swasta Sumenep berdalih itu adalah uang sumbangan dari kepala-kepala sekolah untuk acara MKKS yang akan dilaksanakan di luar kota. Namun, di lingkungan kepala sekolah, mereka menyebut dana ini sebagai ‘Tali Asih’.

“Karena seperti dapat diketahui, dalam banyak kasus Pungli bahkan Korupsi, seringkali istilah-istilah dan kode-kode dipakai untuk mengelabuhi Penegak Hukum dan pengawasan publik,” ungkapnya.

Menurutnya, masih banyak catatan gelap tentang Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumenep, seperti dugaan tindak asusila dan penggelapan dana tabungan siswa.

“Namun hal tersebut akan kita uraikan dalam kesempatan Demonstrasi diwaktu yang lain,” tandas Amir sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Finas Pendidikan Sumenep tidak menemui masa aksi dikarenakan ada tugas khusus keluar daerah.

Namun, masa aksi ditemui oleh Kepala bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) M. Fajar Hidayat, memgaku terkait dugaan pungli ini masih belum jelas dan belum mengetahui siapa pelakunya.

Baca Juga :  Diduga Ada Pungli Dana BOS, GAMAS akan Geruduk Disdik Sumenep

“Apabila data sudah konkret akan diberikan binaan secara tegas kepada pelakunya,” pungkasnya.* (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru