MBG Diduga Sebabkan Diare hingga Ditolak, SPPG Pakamban Laok 2 Abaikan Tanggung Jawab dan Sibuk Pencitraan

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: SPPG Pakamban Laok 2 mengabaikan tanggung jawab dan sibuk pencitraan ditengah keluhan kualitas MBG (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: SPPG Pakamban Laok 2 mengabaikan tanggung jawab dan sibuk pencitraan ditengah keluhan kualitas MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi, kembali menuai sorotan keras publik.

Di tengah rentetan keluhan serius terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pengelola justru dinilai lebih sibuk membangun pencitraan di media sosial ketimbang menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa diare, yang diduga kuat akibat mengonsumsi menu ayam bakar yang diduga tidak matang dalam paket MBG.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu guru, berinisial NF, mengaku kecewa dengan sikap pengelola SPPG Pakamban Laok 2, yang terkesan lepas tangan dan memilih sibuk pencitraan di media sosial.

“Kami ini bukan sekadar mengeluh. Ini soal kesehatan. Setelah makan MBG, beberapa anak dan guru mengalami mencret. Dugaan kami ayamnya tidak matang. Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan resmi dan tanggung jawab, tidak ada permintaan maaf, apalagi tanggung jawab,” tegasnya, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  Lama Menunggu Penjemputan, Sekolah Amankan Ompreng dan MBG Kering SPPG Pakamban Laok 2 Usai Ditolak Wali Murid

Ia menilai, sebagai penyedia makanan untuk siswa, SPPG seharusnya mengedepankan kualitas dan keamanan pangan, bukan justru menutup mata terhadap keluhan yang muncul.

“Kalau ada masalah, seharusnya diklarifikasi secara terbuka. Bukan malah diam dan sibuk pamer kegiatan di media sosial seolah semuanya baik-baik saja,” tambahnya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan wali murid berinisial MF. Pihaknya mengaku bahwa sikap SPPG Pakamban Laok 2 yang dinilai anti-kritik.

Menurutnya, sejumlah komentar wali murid yang menyampaikan keluhan di akun TikTok SPPG Pakamban Laok 2 justru dihapus oleh admin.

“Kami menyampaikan keluhan dengan sopan, bukan menghujat. Tapi komentar kami malah dihapus. Ini kesannya mereka tidak mau dikritik dan hanya ingin terlihat bagus di media sosial,” ujar MF dengan nada kesal.

Lanjut ia menegaskan, tindakan menghapus komentar bukan solusi, justru memperlihatkan ketidakseriusan pengelola dapur dalam menyikapi persoalan yang menyangkut kesehatan anak-anak.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus menghapus komentar? Ini malah menimbulkan kecurigaan. Kami wali murid butuh kejelasan, bukan pencitraan,” bebernya.

Untuk diketahui, situasi kian memanas setelah menu MBG kering yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2 ditolak secara massal oleh wali murid RA HT.

Penolakan tersebut menjadi bentuk protes terbuka atas kualitas makanan yang dinilai tidak layak. Namun hingga kini, pihak SPPG Pakamban Laok 2 tidak memberikan klarifikasi resmi. Upaya media untuk menghubungi pengelola juga tidak membuahkan hasil.

Sikap diam dan tertutup ini semakin menguatkan kesan bahwa SPPG Pakamban Laok 2 abai terhadap masukan publik dan dinilai lepas tanggung jawab.

Baca Juga :  Guru Protes MBG dari SPPG Pakamban Laok 2, Lauk Tak Jelas hingga Dugaan Basi

Padahal, Program MBG menyangkut kepentingan dasar anak-anak dan menjadi tanggung jawab besar yang tidak bisa dijalankan dengan pendekatan seremonial semata.

Publik pun mendesak instansi terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gapura Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Sebut Dugaan Sementara Bunuh Diri
Diduga Utamakan Pengisian Jerigen Pertalite Subsidi, SPBU Pakamban Dikeluhkan Pengendara
Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati
Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar
Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep
Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri
Terpilih Secara Aklamasi, H. Hariri Kembali Nahkodai KJS Sumenep
KPRI RSUDMA Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat 2026, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Warga Gapura Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Sebut Dugaan Sementara Bunuh Diri

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Diduga Utamakan Pengisian Jerigen Pertalite Subsidi, SPBU Pakamban Dikeluhkan Pengendara

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:32 WIB

Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:15 WIB

Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep

Berita Terbaru

BERBAHAYA: Sejumlah pengendara melintas di lokasi ambruknya tiang listrik di ruas jalan setelah Jembatan Manyar menuju kawasan JIIPE, Gresik (Dok. Seputar Jatim)

Jawa Timur

10 Tiang Listrik Ambruk di Gresik, GM PLN UID Jatim Pilih Diam

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:14 WIB