MBG Kembali Bermasalah di Saronggi, Roti Program Negara Berakhir di Tempat Sampah

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 15:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Menu MBG berupa roti dibuang siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Menu MBG berupa roti dibuang siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kali ini, menu roti yang dibagikan kepada siswa dilaporkan tidak layak konsumsi hingga akhirnya dibuang oleh penerima manfaat.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, menu roti tersebut disalurkan melalui SPPG Saronggi, yang dikelola oleh Yayasan Alif Batu Putih.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas makanan, standar produksi, serta mekanisme pengawasan dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Roti yang diterima siswa menunjukkan sejumlah indikasi bermasalah dan tidak dikonsumsi.

Alih-alih menunjang pemenuhan gizi anak sekolah, makanan program negara itu justru berakhir di tempat sampah.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal selera, melainkan mengarah pada dugaan kegagalan pemenuhan standar keamanan pangan. Dalam konteks program publik yang menyasar anak sekolah, aspek kelayakan konsumsi merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Sorotan pun mengarah pada proses produksi dan distribusi makanan, mulai dari pemenuhan legalitas usaha pangan, kelayakan dapur produksi, kebersihan, kualitas bahan baku, hingga kontrol mutu sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Baca Juga :  Masalah MBG Terkuak, SPPG Pakamban Laok 2 Diduga Lakukan Upaya Redam Pemberitaan

Pemuda Saronggi, Syamsul Arifin, menilai kejadian ini sebagai peringatan serius atas lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program publik yang menyangkut pangan anak.

“Kalau makanan program negara sampai dibuang siswa karena tidak layak, itu bukan soal selera. Itu tanda ada masalah serius dari hulu ke hilir,” tegasnya, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam program MBG, termasuk pengelola SPPG dan penyedia makanan, wajib memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara ketat.

“Minimal harus jelas legalitasnya, dapurnya layak, dan produknya aman dikonsumsi. Anak-anak sekolah bukan objek uji coba. Negara punya tanggung jawab penuh,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, jika temuan seperti ini dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh, maka yang terjadi bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan potensi pembiaran sistemik yang dapat berdampak pada kesehatan anak dan menurunkan kepercayaan publik.

Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan evaluasi terbuka terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Saronggi, termasuk audit kualitas makanan, standar dapur produksi, serta mekanisme pengawasan di lapangan.

“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya harus diawasi ketat. Jangan sampai MBG dikenang sebagai program besar yang abai pada kualitas,” pungkasnya. (Che)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya pada Momentum Hari Jadi Sumenep ke 757
Jelang Hari Jadi ke 757, Sumenep Kenang Jasa Raja-Raja dan Tokoh Besar Madura
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya pada Momentum Hari Jadi Sumenep ke 757

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Jelang Hari Jadi ke 757, Sumenep Kenang Jasa Raja-Raja dan Tokoh Besar Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB