Harga Ayam Potong Tembus Rp48 Ribu per Kilo di Bulan Ramadan, Pedagang Pasar Anom Sumenep Mengeluh Sepi Pembeli

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TRANSAKSI: Penjual daging ayam potong di pasar anom Sumenep saat melakukan jual beli (SandiGT - Seputar Jatim)

TRANSAKSI: Penjual daging ayam potong di pasar anom Sumenep saat melakukan jual beli (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Harga daging ayam potong di Pasar Anom, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melonjak hingga Rp48 ribu per kilogram pada pertengahan bulan suci Ramadan.

Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada turunnya transaksi jual beli. Stok ayam di sejumlah lapak pedagang pun mulai menumpuk akibat sepinya pembeli.

Berdasarkan pantauan wartawan Seputar Jatim, aktivitas pasar yang biasanya meningkat selama Ramadan justru terlihat lesu. Sejumlah pedagang tampak lebih lama menunggu pembeli, sementara ayam potong yang tak terjual terpaksa disimpan kembali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pedagang ayam potong, Nurhayati, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak awal Ramadan dan terus bertahan hingga sekarang.

“Awal puasa sudah naik, sekarang Rp48 ribu per kilo. Pembeli makin jarang, banyak yang batal beli setelah dengar harga,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga :  Sempat Ditahan, Kini Jadi Kadis Kominfo, Ini Perjalanan Karier Indra Wahyudi

Ia khawatir jika harga kembali naik menjelang Idulfitri, kondisi tersebut akan semakin menekan pendapatan pedagang kecil.

“Kalau nanti naik lagi, masyarakat bisa beralih ke daging sapi. Kami pedagang ayam jelas makin rugi,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Mulyadi, pedagang ayam potong lainnya. Menurutnya, mahalnya harga membuat ayam tidak cepat terjual, sementara biaya operasional tetap berjalan.

“Ayam ini barang segar, tidak bisa disimpan lama. Kalau tidak laku, kami yang menanggung risikonya,” tuturnya.

Di sisi lain, Sulastri, salah satu pembeli di Pasar Anom, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian selama Ramadan.

“Biasanya beli satu kilo, sekarang paling setengah kilo. Harganya terlalu mahal,” ucapnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah bersama Bupati Sumenep segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga daging ayam potong agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru
Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
Sinergi TNI dan Damkar Padamkan Kebakaran Hebat di Guluk-Guluk
Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen
Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin
Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Cabut Izin 5 Tempat Usaha yang Diduga Jadi THM 
Lewat Pekan Seni Madura X, Sanggar Lentera Ajak Generasi Muda Hidupkan Kembali Dunia Seni

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:32 WIB

Grup Hadrah Yonif TP 931/Kostrad Satria Jokotole Curi Perhatian di Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Rubaru

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:18 WIB

Pengajian Akbar PP Al-Islamiyah Perkuat Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Generasi Religius, Disiplin, dan Cinta Tanah Air

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:10 WIB

Asta Tinggi Terancam, GP Ansor Jatim dan TACB Kompak Desak Tambang Galian C Dihentikan Permanen

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:29 WIB

Kolaborasi TNI dan Ponpes Al-Islamiyah, Kemah HIMMAH ke-51 Cetak Santri Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

Senin, 6 Juli 2026 - 15:16 WIB

Diduga Jadi Tempat Dugem, Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Minta Mr Ball Ditutup Permanen

Berita Terbaru