NASIONAL, Seputar Jatim – Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam (Haji Her), menyita perhatian saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia datang dengan kemeja putih bermotif harimau yang mencolok, langsung menjadi sorotan awak media di lokasi.
Haji Her tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.00 WIB, didampingi tim kuasa hukumnya.
Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan terkait pengembangan kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Ada undangan kemarin, kami terima tanggal 1 sore. Jadi ini inisiatif saya sendiri untuk datang,” ujarnya sebelum masuk ke gedung KPK, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan kehadirannya merupakan bentuk kepatuhan terhadap proses hukum.
Meski begitu, Haji Her mengaku belum mengetahui secara detail materi pemeriksaan yang akan dijalaninya.
“Katanya iya sih terkait Bea Cukai,” singkatnya.
Ia juga memastikan akan bersikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.
“Saya datang untuk memenuhi panggilan, selebihnya saya ikuti proses yang ada,” katanya.
Diketahui sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya pemanggilan terhadap Haji Her sebagai bagian dari pengembangan penyidikan.
Ia menyebut, yang bersangkutan sempat tidak memenuhi panggilan sebelumnya sehingga penyidik mempertimbangkan penjadwalan ulang.
“Benar bahwa sudah ada panggilan,” ujar Setyo di Gedung KPK, Selasa (7/4/) kemarin.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dari unsur pejabat Bea dan Cukai maupun pihak swasta terkait dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi.
Awalnya enam orang ditetapkan sebagai tersangka, lalu berkembang menjadi tujuh orang seiring pendalaman kasus.
KPK memastikan akan terus mengusut perkara ini hingga tuntas, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan praktik korupsi di sektor kepabeanan. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









