PAMEKASAN, Seputar Jatim – Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar Pelatihan dan Edukasi Kesehatan bertema “Sinergi LKNU Pamekasan dan Yabhysa dalam Mewujudkan Pamekasan Bebas TBC Melalui Edukasi dan Pemberdayaan Kader”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader kesehatan dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pamekasan.
Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari kader TBC Yabhysa se-Pamekasan, pengurus, hingga relawan kesehatan LKNU turut mengikuti pelatihan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai pendampingan pasien TBC dan pendekatan kultural dalam edukasi kesehatan. Hadir juga sebagai pemateri di antaranya Dokter Spesialis Anastesi, Ratna, serta Relawan Kesehatan, Sitti Rofiqoh.
Materi yang diberikan menitikberatkan pada strategi komunikasi efektif kepada masyarakat, pendekatan agama dan budaya dalam edukasi kesehatan, hingga pentingnya menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif untuk membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga hambatan edukasi di lingkungan masyarakat.
Ketua Yabhysa Pamekasan, Sri Wahyuni Fatmawati, menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program eliminasi TBC di Kabupaten Pamekasan.
“Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan formal, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat melalui kader yang berada langsung di tengah lingkungan warga,” ujarnya, di Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, Jumat (28/5/2026).
Menurutnya, kader kesehatan menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini kasus TBC, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga mendampingi pasien selama proses pengobatan sampai dinyatakan sembuh.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para kader semakin meningkatkan kapasitas dan keterampilan, baik dalam skrining aktif, komunikasi kesehatan, maupun penguatan dukungan kepada pasien agar tidak putus berobat,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Riyadi, mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan wawasan serta semangat kader dalam menjalankan pendampingan pasien TBC di lapangan.
Kader Yabhysa wilayah Puskesmas Kadur itu, mengaku memperoleh pemahaman baru terkait pendekatan komunikasi kepada pasien dan keluarga.
Hal serupa juga disampaikan Wiwik Bariroh dari Kecamatan Waru serta Ach Faulur Rosi dari Kecamatan Pengantenan. Keduanya menilai pelatihan tersebut mampu memperkuat solidaritas antar kader sekaligus meningkatkan motivasi bersama dalam mewujudkan Pamekasan bebas TBC.
Pada sesi akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa target kerja dan pemetaan wilayah prioritas edukasi TBC pasca pelatihan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan bersama dalam menekan angka penyebaran TBC di Kabupaten Pamekasan. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









