SUMENEP, Seputar Jatim – Kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong terus digaungkan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kerja Bakti Nasional LDII 2026 yang digelar di Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep.
Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata keterlibatan LDII Sumenep dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membangun kepedulian sosial bersama masyarakat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi bersih-bersih dipusatkan di kawasan Pasar Jengara serta empat area pemakaman, yakni Makam Congkop, Makam Dalem, Makam Kebun Lalang, dan Makam Gung Somar.
Sekitar 200 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut. Sebanyak 125 peserta di antaranya merupakan unsur LDII Sumenep yang disebar di lima titik lokasi kerja bakti.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Menurutnya, kerja bakti memiliki nilai penting karena tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Kerja bakti seperti ini memang sudah menjadi kegiatan rutin para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep setiap Jumat pagi. Kegiatan ini penting karena kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).
Bupati Fauzi menilai, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan penting untuk memastikan berbagai program pembangunan memberikan manfaat secara luas.
“Para ASN tidak hanya melaksanakan tugas-tugas di kantor. Ada kalanya kita duduk bersama, melakukan kegiatan positif seperti kerja bakti dan kegiatan sosial lainnya,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sumenep dengan bentuk kontribusi yang beragam.
Bagi Bupati Fauzi, perbedaan bentuk kegiatan bukanlah persoalan selama seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kehidupan sosial.
“Melalui kegiatan-kegiatan seperti inilah kebersamaan semakin kuat, semangat gotong royong terus terjaga, dan nilai-nilai kemerdekaan Republik Indonesia dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati Achmad Fauzi memberikan apresiasi kepada LDII Sumenep yang telah mengambil inisiatif menyelenggarakan kerja bakti dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menilai, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran langsung dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat silaturahmi.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LDII Kabupaten Sumenep atas inisiatif dan kepeduliannya. Ruang untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi jangan sampai kosong. Justru harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang padat dan bermanfaat seperti ini,” ujarnya.
Bupati dua periode tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep hadir dan menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat seperti yang dilakukan LDII Sumenep ini. Mari kita jaga kebersamaan dan kita kuatkan sinergi agar Kabupaten Sumenep semakin maju, sejahtera, dan barokah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Sumenep Mushaeri menegaskan bahwa Kerja Bakti Nasional 2026 merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, LDII tidak hanya menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk menjaga lingkungan.
“Sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan Islam, melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga dan memelihara lingkungan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Mushaeri saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu bagian dari kontribusi LDII kepada masyarakat. Karena itu, kerja bakti nasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat agar kebersihan menjadi budaya bersama.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian, kesadaran, dan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, LDII berupaya mengambil bagian melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Mushaeri menyebut, kontribusi LDII tersebut diwujudkan melalui delapan klaster pengabdian. Salah satunya adalah ketahanan pangan dan lingkungan yang diarahkan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.
“LDII juga berkomitmen meningkatkan kualitas peradaban, termasuk peradaban ekologis, serta memajukan dan mengembangkan mutu kehidupan masyarakat secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa,” katanya.
Menurut Mushaeri, kerja bakti nasional tersebut juga memiliki relevansi dengan semangat pembangunan Kabupaten Sumenep yang mengedepankan gotong royong dan kearifan lokal.
“Semangat gotong royong menjadi nilai yang harus terus kita rawat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan LDII dengan masyarakat semakin erat dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh,” tuturnya.
Pelaksanaan kerja bakti tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Paberasan, serta masyarakat setempat.
Komandan Yonif 931/Ksatria Jokotole, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti ini kami juga hadir membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, budaya gotong royong merupakan warisan bangsa yang harus terus dipertahankan karena mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Gotong royong tidak hanya menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama, tetapi juga mempererat hubungan antara masyarakat dengan berbagai unsur yang terlibat. Ini yang harus terus kita pertahankan,” katanya.
Mayor Inf Aditya Danang menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga lingkungan.
“Kerja bakti yang dilaksanakan di Desa Paberasan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Yonif 931/Ksatria Jokotole dan LDII Sumenep dalam mendukung kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Paberasan Rahman Saleh menyambut baik pelaksanaan Kerja Bakti Nasional LDII 2026 di wilayahnya.
Ia menilai, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung terhadap lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan di sekitar tempat tinggalnya.
“Syukurlah kerja bakti nasional LDII 2026 ini dilaksanakan di Desa Paberasan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungannya tetap bersih dan nyaman,” ucapnya.
Rahman berharap semangat yang dibawa DPD LDII Kabupaten Sumenep melalui kerja bakti tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
“Kami tentu berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada hari ini. Semangat menjaga kebersihan harus terus dilanjutkan oleh masyarakat secara bersama-sama,” tutupnya.
Kerja Bakti Nasional LDII 2026 di Desa Paberasan akhirnya tidak hanya meninggalkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Sumenep menegaskan perannya dalam pengabdian sosial sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong sekaligus menghadirkan kontribusi nyata LDII bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sumenep. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com










