Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MERIAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, ikut memainkan musik tong-tong dalam Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 di Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

MERIAH: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, ikut memainkan musik tong-tong dalam Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 di Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 kembali digelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (5/9) malam.

Festival yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung bagi para seniman untuk melestarikan sekaligus mengembangkan kesenian tradisional melalui kreativitas dan inovasi.

Bupati Sumenep Achmad, Fauzi Wongsojudo mengatakan, musik tong-tong merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki karakter kuat dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, menurutnya, keberadaan festival harus dimanfaatkan para seniman sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan, memperkaya kreativitas, serta melahirkan aransemen musik yang lebih menarik tanpa meninggalkan ciri khas tong-tong.

“Para seniman musik tong-tong agar meningkatkan kreativitas dalam setiap penampilan melalui aransemen musik yang inovatif, menarik, dan tetap mempertahankan karakter khas musik tong-tong sebagai warisan budaya daerah,” katanya, Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Hadir di Kerja Bakti LDII, 200 Peserta Bersihkan Lingkungan Paberasan

Ia menilai, kreativitas dalam mengembangkan aransemen menjadi salah satu kunci untuk menjaga eksistensi musik tong-tong di tengah perkembangan zaman.

Inovasi diperlukan agar kesenian tradisional tersebut tetap hidup, berkembang, dan mampu menarik perhatian generasi muda. Perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan antarpemain, hingga pengembangan komposisi musik dinilai dapat menciptakan pertunjukan yang semakin dinamis dan memiliki daya tarik.

“Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar inovasi yang dilakukan tidak menghilangkan identitas asli musik tong-tong. Menurutnya, pengembangan musik tradisional harus tetap berpijak pada nilai-nilai dan karakter budaya yang telah diwariskan.

“Seniman tong-tong berinovasi dan mengembangkan kualitas aransemen musiknya, jangan sampai kehilangan jati diri musik tong-tong. Kreativitas harus menjadi kekuatan untuk membuat budaya WBTB Sumenep semakin terkenal,” tegasnya.

Bupati berharap, festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para seniman untuk terus meningkatkan kualitas pertunjukan, menciptakan aransemen baru, sekaligus memperkenalkan musik tong-tong kepada masyarakat yang lebih luas.

“Para seniman menjadikan setiap festival sebagai ruang untuk berkreasi dan melahirkan aransemen serta pertunjukan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pria di Rubaru Sumenep Ditahan Polisi, Diduga Cabuli Anak 17 Tahun

Diketahui, Festival Musik Tong-tong se-Madura 2026 sendiri diikuti 27 peserta atau kelompok musik tong-tong yang berasal dari empat kabupaten di Pulau Madura.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama keluarga besar FKPPI Cabang 1327 Sumenep. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terbaru

MENDUNG:
Gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep tampak dari halaman depan (Mufti Che - Seputar Jatim)

Pemerintahan

Bayar PBB-P2 Makin Mudah, Sumenep Mulai Terapkan SPPT Elektronik

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB

BERBATIK: Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi (Foto Istimewa)

Pemerintahan

Cegah Kecurangan, DPRD Sumenep Dorong Pilkades Gunakan E-Voting

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:13 WIB